Hukum & Kriminal

Kena Razia Polres Jombang, Knalpot Brong Berakhir di Mesin Potong

Kapolres Jombang membelah knalpot brong menggunakan mesin potong, Selasa (27/4/2021). [foto/yusuf wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Satlantas Satlantas Polres Jombang memusnahkan sedikitnya 117 knalpot brong menggunakan mesin potong, Selasa (27/4/2021). Knalpot brong tersebut merupakan hasil razia yang digelar polisi selama delapan hari.

Pemusnahan knalpot tersebut dilakukan di halaman kantor Satlantas Jombang Jl Brigjen Kretarto. Adalah Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho yang mengawali pemotongan tersebut menggunakan mesin.

Begitu digerakkan, terdengar suara mesin potong yang menderu. Selanjutnya, gesekan dua benda tersebut menyemburkan bunga api. Dalam sekejap, knalpot tersebut sudah terbelah menjadi dua bagian. Setelah Kapolres, giliran Wakapolres Jombang Kompol Ari Trestiawan melakukan hal serupa. Bunga api menyembur, knalpot brong pun terbelah.

Kapolres Jombang menjelaskan, selama delapan hari pihaknya menggelar razia dengan metode hunting system dengan sasaran sepeda motor tidak sesuai spektek serta knalpot bising (Brong,red). Hasilnya, polisi mengamankan ratusan pemotor dengan beragam pelanggaran.

“Ratusan motor yang terjaring itu dengan berbagai pelanggaran. Rinciannya, motor dengan ban kecil sebanyak 14 unit, tidak memenuhi kelengkapan berjumlah 17 unit, serta sepeda motor menggunakan knalpot brong berjumlah 117 unit,” kata Agung saat memimpin pers rilis.

Sejumlah kendaraan roda dua yang diamankan Satlantas Polres Jombang

Knalpot brong, menurut Kapolres Jombang, dapat mengganggu masyarakat maupun pengguna jalan, di tengah prosesi menjalankan ibadah puasa. “Knalpot brong yang kami sita sebagai barang bukti, lalu dimusnahkan dengan cara dipotong. Dasar hukumnya, pasal 285 ayat 1 jo pasal 106 ayat 3 UU RI Nomor 22 Tahun 2009, tentang lalulintas dan angkutan jalan,” ungkapnya.

Kapolres Jombang melanjutkan, bagi pelanggar yang hendak mengambil kendaraan yang disita, diwajibkan membawa knalpot standar pabrik. Selanjutnya, pelanggar diperkenankan membawa kendaraannya pulang. “Dengan catatan tidak mengulangi hal serupa,” pungkas Agung. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar