Hukum & Kriminal

Kena PHK saat Istri Hamil, Cristian Kuras Gudang Elektronik Majikan

Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, AKP Agung Widoyoko, Menjelaskan Kronologis Aksi Pembobolan Gudang di Tandes

Surabaya (beritajatim.com) – Bekerja selama enam bulan di pergudangan di Jalan Darmo Indah Selatan V Blok PP Nomor 25, Tandes, Cristian Chaezar Lusikooy tiba-tiba dipanggil sang majikan. Ternyata panggilan itu membuat pria 28 tahun ini sakit hati. Lantaran sang majikan memberikan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Warga Jalan Manukan Mukti XV-5, atau kos di Jalan Manukan Luhur Gang III, Tandes, Surabaya itu merasa tidak bersalah. Maka, PHK dianggap sepihak.

Akhirnya, Cristian bernekat untuk menjarah barang elektronik yang ada di gudang. Dalam aksinya itu tidak dilakukan sendirian, dia mengajak temannya yakni Nizar Faturrahman (27) warga Manukan Luhur Blok 2D Nomor 1 Tandes. Sayangnya, pencurian terekam oleh kamera CCTV.

Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, AKP Agung Widoyoko, saat menggelar ungkap kasus pencurian ini mengatakan, penangkapan kedua pelaku tersebut dilakukan oleh tim gabungan Resmob dan Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya pada Senin (28/1/2019).

“Atas rekaman CCTV dan keterangan korban, kami berhasil mengidentifikasi sampai melakukan penangkapan keduanya ditangkap di rumah masing-masing,” kata Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, AKP Agung Widoyoko, Rabu (30/1/2019).

Agung membeberkan kalau dari rekaman CCTV itu terlihat jelas di waktu kedua pelaku beraksi menggunakan sarana mobil Daihatsu Sigra Nopol L 1542 ID dan Toyota Ayla Nopol L 1226 XY.

Keduanya bisa masuk dengan mudah membuka gembok, lantaran Cristian menggunakan kunci serep. “Sebelum dia (Cristian) di PHK, sempat menggandakan kunci gudang,” jelasnya.

Begitu bisa masuk ke dalam gudang, keduanya langsung menguras barang elektronik terdiri lampu, kipas angin hingga peralatan bangunan seperti obeng. Barang curian diangkutnya dua mobil rental dan dipindahkan ke rumah Nizar.

“Tersangka aman beraksi lantaran sudah hafal kondisi gudang yang sepi dan berangkat pagi hari di saat gudang masih sepi,” ujar Agung.

Menurut mantan Kanit Reskrim Polsek Wonokromo ini, kedua tersangka sudah membobol gudang tersebut lima kali. Terhitung sejak Desember hingga Januari. Akibatnya korban dirugikan sebesar Rp 200 juta.

“Mereka menjual barang curian itu melalui online,” tandasnya.

Agar cepat laku, kedua tersangka menjual barang-barang tersebut dengan harga murah. Misal harga kipas angin Rp 250 ribu, ia jual Rp 100 ribu. Dia tawarkan jika barang itu adalah cuci gudang.

“Sebagian besar barang curian sudah laku. Sisanya berhasil kami amankan,” terangnya.

Sementara itu, kepada polisi Cristian mengaku nekat membobol gudang majikannya lantaran sakit hati. Sebab dia diPHK tanpa alasan jelas. Di sisi lain, dia juga butuh uang untuk persiapan kelahiran anak pertamanya.

“Setelah diPHK, saya pengangguran. Padahal istri saya akan melahirkan,” ungkapnya.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti seperti sebuah mobil Nopol L 1542 ID. Satu karton lampu LED, satu karton lampu Neon, obeng dan pakaian tersangka saat digunakan beraksi. [gil/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar