Hukum & Kriminal

Tiga Pegawai Terkena OTT

Pungli di Wisata Air Panas Padusan Diperkirakan Rp 40 Juta/Bulan

Loket tiket pemandian Wana Wisata Air Panas Padusan. Foto: misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Tiga pegawai tiket Wana Wisata Air Panas Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto diamankan Satgas Saber Pungli Kabupaten Mojokerto dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Sabtu (21/9/2019) kemarin. Diperkirakan ketiganya meraup Rp40 juta per bulannya.

Ketua Pokja Yustisi Satgas Saber Pungli Kabupaten Mojokerto, Agus Hariono mengatakan, rata-rata hasil pungutan liar (pungli) dari ketiganya Rp600 ribu per hari, sedangkan hari libur dan akhir pekan mencapai Rp3,5 juta per hari. “Bisa dikalikan setiap bulannya berapa,” ungkapnya, Rabu (25/9/2019).

Masih kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto ini, asumsinya dalam satu bulan terdiri dari empat minggu, maka hari biasa mencapai Rp12 juta. Khusus akhir pekan, hasil pungli mereka bisa mencapai Rp28 juta atau Rp40 juta per bulan.

“Yang kami dengar rata-rata sehari dapat Rp600 ribu, hari libur dan weekeend Sabtu-Minggu Rp3,5 juta. Untuk aliran dananya masih didalami, kami terus berkoordinasi dengan Pokja yang lain dalam hal ini. Praktek ini dilakukan sejak oknum PNS tersebut menjabat di sana (koordinator tiket, red),” katanya.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto yang diamankan yakni LM, sementara dua pelaku lainnya yaitu RG dan A (sebelumnya IL) tenaga harian lepas (THL) di Disparpora Kabupaten Mojokerto.

“Dia menjadi koordinator loket di tempat wisata itu sejak April 2019, atau sekitar 5 bulan. Yang diperiksa yang bersangkutan saja (LM), selama dia menjabat kalau tidak salah mulai April 2019. Kita tunggu hasilnya dari Inspektorat. Untuk BB Rp7 juta yang disita, tidak semuanya hasil pungli,” tuturnya.

Nilai pungli yang sebenarnya, lanjut Agus yakni Rp2,24 juta. Uang senilai Rp7 juta yang diamankan tersebut termasuk dari hasil penjualan tiket pada hari itu. Kerugian negara terjadi karena tiket yang dibayar pengunjung seharusnya masuk kas Pemkab Mojokerto sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pungutan liar terjadi di loket pemandian air panas atau loket dalam. Modusnya, para pelaku meminta para pengunjung membayar biaya masuk sesuai tarif yang ditentukan. Yaitu Rp10 ribu untuk pengunjung dewasa, Rp7.500 untuk anak-anak dan Rp35.000 untuk wisatawan asing.

Namun, mereka sengaja tidak memberikan karcis kepada para pengunjung yang telah membayar tiket masuk sehingga tiket utuh tidak disobek. Tiket yang disimpan lantas dijual para pelaku kepada pengunjung lainnya dengan harga sesuai tarif yang ditentukan. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar