Hukum & Kriminal

Kematian Warga Wringinanom Ponorogo, Masih Teka-teki

Kapolres Ponorogo AKBP. Arief Fitrianto. Foto:endra

Ponorogo (beritajatim.com) – Polres Ponorogo terus melakukan penyelidikan kasus meninggalnya Maryono pada Senin (20/4/2020) lalu. Diketahui warga Dusun Tambong Wringinanom Kecamatan Sambit Ponorogo meninggal dengan bersimbah darah di rumahnya.

“Apakah ada faktor penganiayaan atau kematian lainnya, ini masih kami tindak lanjuti dengan penyelidikan,” kata Kapolres Ponorogo AKBP. Arief Fitrianto, Kamis (30/4/2020).

Saat ini Polres Ponorogo, kata Arief masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan oleh tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kediri. Selain itu penyidik juga sudah memeriksa 10 saksi, baik itu dari pihak keluarga dan tetangga korban.

“Hasil otopsi nanti setidaknya bisa menjelaskan secara faktual penyebab kematian korban. Menurut keterangan keluarga, almarhum tidak mempunyai riwayat penyakit,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Tambong Kecamatan Wringinanom Kecamatan Sambit mendadak gempar dengan penemuan Maryono(55), warga setempat yang meninggal di rumahnya. Korban ditemukan pertama kali dalam keadaan tengkurap dengan bersimbah darah.

“Iya memang tadi malam ada laporan, warga Desa Wringinanom yang meninggal dengan bersimbah darah,” kata Kapolsek Sambit AKP Sutriatno, Selasa (21/4/2020).

Suriatno menceritakan korban pertama kali ditemukan sudah meninggal oleh anaknya dan beberapa tetangga. Mulanya tetangga curiga rumah korban yang sudah malam tak kunjung dihidupkan lampunya. Mencoba memanggil korban tapi tidak ada respon, akhirnya tetangga tersebut memanggil anak korban.

“Akhirnya bersama anak-anaknya, tetangga tersebut membuka rumah korban. Dan mendapati Maryono sudah meninggal,” katanya. (ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar