Hukum & Kriminal

Kelompok Disabilitas Korban Laka Lantas dan Kerja Ikuti Ujian Praktek SIM D di Polres Mojokerto

Salah satu peserta mengikuti ujian praktek SIM D di lapangan praktek Satpas Polres Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 16 orang kelompok disabilitas mengikuti Edukasi Pelopor Keselamatan Berlalu-lintas Korban Pasca Kecelakaan dan Komunitas Disabilitas yang digelar Satlantas Polres Mojokerto. Mereka mengikuti praktek ujian praktek Surat Izin Mengemudi (SIM) D yakni untuk kelompok disabilitas.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander didampingi Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Randy Asdar dan Kanit Laka Satlantas Polres Mojokerto, Ipda J Wihandoko menyampaikan maksud dan tujuan digelarnya acara tersebut. Kemudian satu per satu, mereka mengikuti ujian praktek SIM D.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, kegiatan tersebut untuk kelompok disabilitas korban kecelakaan lalu-lintas dan korban kecelakaan kerja yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto. “Langkah ini kami laksanakan sebagai wujud pelaksanaan atensi Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda,” ungkapnya, Sabtu (6/2/2021).

Masih kata Kapolres, yakni untuk pelayanan Polri menuju Polri yang presisi. Satlantas Polres Mojokerto memberikan hak-hak kelompok disabilitas yang ada di Kabupaten Mojokerto agar bisa kembali ke tengah-tengah masyarakat dan bisa berinteraksi sosial serta bisa mencari nafkah kembali sebagai kepala keluarga.

“Maksud dan tujuan ini, kita lebih mengedepankan sisi kemanusiaan maupun sisi empati building kita Polri dan seluruh jajaran masyarakat. Kami banyak menyerap di tengah-tengah masyarakat, dari saudara-saudara kita yang cacat permanen masuk dalam kaum disable membutuhkan layanan beberapa terobosan kreatif dari Polri khususnya pembuatan SIM D,” katanya.

Polres Mojokerto memberikan fasilitas dengan memberikan pelayanan terbaik sesuai arahan dari Kapolri dan Kapolda Jawa Timur untuk revolusi Polri menuju Polri yang presisi. Kapolres berharap kegiatan tersebut bisa bermanfaat khususnya untuk kelompok disabilitas di wilayah Kabupaten Mojokerto.

“Di Kabupaten Mojokerto ada 1.500 orang yang masuk dalam kelompok disabilitas baik itu korban dari kecelakaan lalu-lintas, kecelakaan kerja dan cacat sejak lahir. Ini menjadi upaya kami untuk lebih meningkatkan pelayanan Polri mentransformasi Polri yang presisi sesuai arahan Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, untuk menjaring kelompok disabilitas memperoleh SIM D maka Satlantas Polres Mojokerto mendata warga Kabupaten Mojokerto yang masuk kelompok disabilitas. Pelaksanaan ujian praktek SIM D akan dilakukan secara bergilir mengingat saat ini situasi masih pandemi Covid-19.


“Kita tidak berani mengumpulkan sebanyak itu, kita bukan tidak mau tapi kita masih dalam kondisi pandemi agar tidak menimbulkan kerumunan. Kita akan komunitas, koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan yang lebih terbaik dalam era transformasi Polri menuju presisi,” jelasnya.

Terkait ujian praktek SIM D, lanjut Kapolres, sudah diatur dalam Satuan Lalu-lintas. Apakah nantinya akan memberikan sistem kegiatan ujian praktek SIM secara gratis secara periodik dan pelayanan yang hanya membayar untuk pajak negara saja.

Sementara itu, Ketua Komunitas Disable Motorcycle Indonesia (DMI) Mojokerto, Suyadi mengucapkan, terima kasih kepada Kapolres Mojokerto dan jajaran yang sudah peduli dan memperhatikan kaum disabilitas. “Mereka ini merupakan korban kecelakaan pabrik, kecelakaan lalu-lintas, cacat folio. Kami ucapkan terima kasih sudah diperkenankan dan dipermudah mengurus SIM D,” tegasnya. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar