Hukum & Kriminal

Kelabui Warga, 3 Pencuri Baterai Tower di Mojokerto Pakai Baju Teknisi

Mojokerto (beritajatim.com) – Untuk melancarkan aksinya, ketiga pelaku pencurian baterai tower yang berhasil diamankan Satreskrim Polres Mojokerto memakai baju teknisi. Para pelaku dengan leluasa masuk tower provider lain dan mencuri baterai.

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno membenarkan adanya tindak pidana pencurian baterai tower provider dengan tiga pelaku. “Dugaan Pasal 363 tentang Pencurian dengan Pemberatan,” ungkapnya, Selasa (6/8/2019).

Ketiga pelaku yakni Sukarnanto (32) dan Zainal Abidin (48) warga Surabaya dan Eko Budiono (45) warga Sidoarjo.  Masih kata Kapolres, ketiganya merupakan teknisi yang susah diungkap. Karena untuk melancarkan aksinya, ketiganya masuk tower dengan memakai baju teknisi.

“Mereka teknisi tapi bukan teknisi provider tersebut tapi lain provider. Mereka tahu, baterai tower harga mahal, harga jual tinggi. Sehingga modus yang dilakukan pelaku dengan cara masuk tower dengan menggunakan pakaian teknisi,” katanya.

Sehingga, lanjut Kapolres, aksi para pelaku tidak menimbulkan kecurigaan warga sekitar. Setelah berhasil masuk tower, para pelaku melakukan aksinya dengan merusak komponen dan mengambil baterai tower tersebut. Sehingga modus pelaku cukup membuat petugas kesulitan mengungkap.

“Modus yang dilakukan para pelaku, membuat kita agak kebingungan tapi akhirnya terungkap. Karena sebenarnya mereka adalah teknisi jadi mereka tahu seluk peluk dan harga masing-masing. Mengelabui dengan memakai baju teknisi sehingga warga mengira teknisi/petugas, tidak terlalu mencurigai,” jelasnya.

Ketiga pelaku mengaku sudah beraksi di lima tower yang ada di wilayah hukum Polres Mojokerto. Aksi para pelaku dilakukan sejak awal tahun 2019 hingga bulan Juli 2019. Pihaknya masih melakukan penelusuran terkait penadah barang curian dari para pelaku.

“Pelaku termasuk sindikat antar provinsi, antar kota. Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Gresik, dan Nganjuk. Kita masih telusuri karena penadah belum ditemukan tapi jelas hasil keuntungan menjual baterai Rp16 juta. Harga per kg Rp16 juta atau satu tower, ada 5 tower di daerah kita tidak tahu daerah lain,” tegasnya.

Semenyara itu, salah satu pelaku mengaku, untuk melancarkan aksi mereka hanya butuh waktu setengah jam untuk masuk ke tower dan mengambil baterai tower. “Satu tower setengah jam. Keuntungan variatif,” pungkasnya.

Lima Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersebut yakni di tower THREE di Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro, tower XL di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, tower THREE di Desa Slepi, Kecamatan Trawas, tower Smart di Desa Damarsih, Kecamatan Mojoanyar.

Tower XL di Desa Adisono, Kecamatan Pungging. Dari ketiga pelaku diamankan sejumlah barang bukti diantaranya, isolasi, kunci recti, obeng, kunci pas 10, kunci pas 13, kunci inggris, kunci box, tang coot, pengait batrae, kunci L, kunci bintang, tali safty, helm pengaman.

Handphone (HP) merk Nokia dan tool box isi kunci. Ketiga pelaku dijerat Pasal 363 ayat 1 ke 3e, 4e dan 5e KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar