Hukum & Kriminal

Kelabuhi Petugas, Pil Koplo Dilabeli Vitamin B1

Petugas menunjukkan bukti print label vitamin B1 yang diduga digunakan untuk mengelabuhi petugas, Senin (8/6/2020). [Foto/Manik Priyo Prabowo]

Surabaya (beritajatim.com) – Petugas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya membongkar jaringan pengedar pil koplo jenis donel L. Modusnya, pengedar mencetak stiker yang digunakan untuk label vitamin B1 di pembungkus pil haram tersebut.

Tercatat, setidaknya ada 200 ribu pil koplo yang hendak dipasarka. Keempat pengedar narkoba yang ditangkap adalah Arif Setiawann (41) dan Yoga Yunir (35), keduanya tinggal di Jalan Bendul Merisi Jaya Gang. Mereka merupakan pengedar jaringan Bendul Merisi.

“Kemudian Ari Asmoro (34), warga Jalan Wonokromo SS Baru dan Mohammad Fahrurosi (19), tinggal di Wonokromo IV. Keduanya adalah jaringan Wonokromo. Dari kedua jaringan ini, kami menyita 200 ribu pil double L,” kata Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Ahmad Faisol Amir didampingi Kasatreskoba AKP M Yasin, Senin (8/6/2020).

Menurut Amir, para pengedar jaringan ini memanfaatkan petugas yang fokus pada penjagaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya. Saat ditangkap dan periksa, para pelaku berdalih bahwa obat yang mereka bawa adalah vitamin B1. Padahal kenyataanya adalah pil dobel L.

“Para pengedar ini membuat stiker sendiri dan menempelkan pada plastik yang berisi ratusan pil doublel L. Hal tersebut untuk mengelabuhi polisi. Maka dari itu kita imbau ke warga dan petugas penjagaan jangan sampai terkecoh,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasatreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP M Yasin mengungkapkan, pelaku yang ditangkap merupakan jaringan Wonokromo. Awalnya, polisi meringkus Arif dan Mohammad di kamar kosnya di Jalan Bendul Merisi. Saat digeledah, petugas menemukan 960 ribu butir pil dobel L. Saat diinterogasi, Mochammad mengaku mendapatkan barang dari bandar besar inisial AM (daftar pencarian orang/DPO).

Sementara menurut pengakuan para pelaku, mereka dijanjikan mendapatkan upah 1000 butir untuk dijual. Para pelaku bisa menjual per paket besar isi 1000 butir atau paket hemat Rp 25 ribu per 20 butir. Dengan begitu pelaku mendapatkan upah sesuai hasil penjualan sendiri. Selama ini mereka mengedarkan pil tersebut ke teman-temannya seharga Rp 25 ribu per plastik isi 10 butir.

“Saya dijanjikan akan diberi upah 1000 butir oleh AM dan sudah melakukannya selama dua bulan ini,” terang Arif saat diinterogasi petugas.

Di waktu yang bersamaan, Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga menggerebek rumah jaringan pengedar pil doublel L di Wonokromo dan menangkap dua pengedarnya di saat transaksi. Mereka adalah Ari Asmoro dan Mohammad Fahrurosi.

Dari keterangan Ari, pil tersebut ia dapat dari tersangka AG (DPO), seharga Rp 600 ribu per 1000 butirnya. Sudah setahun ini dia mengedarkan pil tersebut di sekitar Wonokromo. “Untuk satu poket berisi 10 butir dijual Rp 20-25 ribu,” kata Ari. [man/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar