Hukum & Kriminal

Kredit Fiktif Rp 100 Miliar

Kejati Jatim Tahan Eks Kepala Cabang Bank Jatim Kepanjen

Surabaya (beritajatim.com) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menahan Mochamad Ridho Yunianto, Mantan Kepala Bank Jatim Cabang Kepanjen, Senin (1/3/2021). Ia dijebloskan ke tahanan usai ditetapkan tersangka atas kasus korupsi kredit fiktif Bank Jatim.

Selain menjebloskan Ridho, penyidik juga menahan 4 tersangka lain, diantaranya Edhowin Farisca Riawan (penyelia kredit Bank Jatim cabang Kepanjen), Dwi Budianto dan Andri Pramono (wiraswasta penanggung jawab para penerima kredit). Ridho dkk ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka atas kasus korupsi kredit fiktif Bank Jatim sebesar Rp 100 miliar.

Anggara Suryanagara, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jatim mengatakan, kasus ini berawal saat Bank Jatim Cabang Kepanjen merealisasikan kerdit fiktif terhadap 10 kelompok debitur pada 2017-2019. “Para tersangka bekerjasama mengajukan kredit fiktif dengan menggunakan nama orang lain yang tidak memenuhi ketentuan. Tujuannya agar dapat meminjam dana,” terangnya.

Untuk dapat persetujuan, modus yang digunakan para tersangka yakni dengan cara nama-nama kreditur yang diajukan dijadikan secara berkelompok. Seolah-olah persyaratan kredit yang diajukan oleh debitur tersebut telah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.

Padahal, lanjut Anggara, persyaratan untuk mendapatkan kredit sebagaimana yang diajukan berakibat tidak terbayarnya angsuran kredit. “Sehingga kredit tersebut mengalami macet dan oleh Bank Jatim ditetapkan sebagai kredit macet yang menimbulkan kerugian keuangan negara,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kasus ini akhirnya terendus dari hasil laporan audit nomor: 059/14/AUI/SAA/SPC/NOTA tertanggal 15 April 2020 perihal revisi dan tambahan informasi terkait kerugian Bank Jatim atas pemasalah kredit bank Kepanjen sebesar Rp 100 miliar. “Untuk penghitungan keuangan negara secara pasti kami masih menunggu hasil penghitungan dari Badan Pengawan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” terang Anggara.

Ia menambahkan, keempat tersangka akan ditahan di Rutan Kejati Jatim selama 20 hari ke depan. “Para tersangka ditahan untuk kepentingan penyidikan sebelum perkara dilimpahkan ke pengadilan,” pungkas Anggara. [uci/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar