Hukum & Kriminal

Kejari Surabaya Teliti Berkas Pengacara Paksa Pembantunya Makan Kotoran Kucing

Surabaya (beritajatim.com) – Jaksa peneliti dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya Siska Christina sudah menerima berkas perkara atas nama FF (54) seorang pengacara wanita yang melakukan penganiayaan terhadap EAS (45), seorang asisten rumah tangga (ART) yang dipaksa memakan kotoran kucing.

Kasipidum Kejari Surabaya, Farriman Isandi Siregar melalui Kasubsi Pra Penuntutan Ahmad Muzaki menyatakan penyerahan berkas perkara dari penyidik ke pihaknya ini guna dilakukan pemeriksaan dan penelitian syarat formil dan materil oleh penuntut umum yang menangani.

“ Sudah tahap 1 mbak (terima berkas-red), kita ada waktu dua minggu untuk meneliti berkas baik formil maupun matreiil,” ujar Muzzaki saat dikonfirmasi, Senin (14/6/2021).

Sebelum tahap satu, lanjut Muzzaki penyidik sudah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik Polrestabes Surabaya pada hari Kamis (3/6/2021) lalu.

Seperti diketahui, kasus penganiyaan berawal dari FF mengantarkan EAS ke lingkungan pondok sosial (Liponsos) Surabaya. FF mengatakan jika asisten rumah tangganya tersebut mengalami gangguan kejiwaan. Namun saat dirawat petugas menemukan kejanggalan pada tubuh EAS yang mengalami banyak luka lebam.

Dari situ korban mengaku dianiaya oleh majikannya bahkan dipaksa memakan kotoran kucing oleh sang majikan. Dihadapan penyidik kepolisian disebutkan bahwa motif tersangka melakukan penganiayaan tersebut lantaran merasa kesal atas pekerjaan rumah yang dilakukan oleh EAS.

EAS mulai bekerja di kediaman FF sejak April 2020. Namun sejak memasuki Agustus EAS mengalami tindak kekerasan fisik yang berujung pada penahanan terhadap FF.

Akibat perbuatannya, FF dijerat pasal berlapis yakni Pasal 44 Undang-Undang nomor 23 tahun 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara. [uci/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar