Hukum & Kriminal

Kejari Surabaya Eksekusi Terpidana Kasus Penipuan

Surabaya (beritajatim.com) – RM. Koesoemart Hendra alias Hendro dieksekusi oleh tim intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya atas putusan Pengadilan Tinggi (PT) yang sudah berkekuatan hukum tetap. Hendro dieksekusi karena dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dan divonis pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan.

Saat dieksekusi, warga jalan Jojoran 1/70 Surabaya ini tidak melakukan perlawaan. Eksekusi itu dilakukan saat terdakwa datang ke PN Surabaya guna menghadiri sidang terkait perkara lain atas laporan Samini. Sebelum sidang dimulai terdakwa duduk bersama kuasa hukumnya di kursi tunggu PN Surabaya, tiba-tiba tim intel Kejaksaan menunjukkan surat penahanan dan menangkapnya, penangkapan tersebut dilakukan oleh Kejaksaan Surabaya atas dasar putusan Pengadilan Tinggi yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Sementara, kuasa hukum terdakwa yakni Poerwanto saat dimintai keterangan mengatakan, perkara ini terjadi pada tahun 2017 di mana terdakwa pada saat itu didakwah pasal 372 dan hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama 2 tahun 6 bulan. “Atas putusan tersebut terdakwa melakukan upaya hukum banding, namun putusan Pengadilan Tinggi (PT) menguatkan putusan PN Surabaya,” paparnya.

Untuk diketahui, terdakwa RM. Koesoemart Hendra alias Hendro terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dan divonis pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan 6 (enam) bulan.

Dengan barang bukti berupa, satu bendel Foto Copy legalisir Akte Pelepasan Hak Milik Tanah Adat bekas Yayasan dan Kuasa No. 61 tanggal 28 Mei 2014, 3 lembar foto copy legalisir Kwitansi Pembayaran.

Dua buah Foto Copy legalisir Somasi ke-1 tanggal 06 Agustus 2015 dan ke-2 tanggal 24 Agustus 2015 dan satu lembar Kwitansi Asli kontrak Toko selama 2 tahun senilai Rp 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) tanggal 12 Mei 2015. [uci/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar