Hukum & Kriminal

Kejari Tanjung Perak Baru Terima SPDP Kasus Judi

Surabaya (beritajatim.com) – Berkas perkara judi sabung ayam yang ditangani Polres Tanjung Perak masih belum diterima Kejaksaan setempat. Korps baju cokelat ini baru terima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

“Baru terima SPDP, berkas belum,” ujar Kasi Pidum Kejari Perak Eko Budisusanto saat dikonfirmasi, Selasa (10/11/2020).

Terpisah Kasat Reskrim Tanjung Perak Iptu M Gunanta S.I.K melalui penyidik unit Resmob Hartono mengakui bahwa belum mengirim berkas dan hanya mengirim SPDP, pihaknya akan mengirimkan berkas perkara ke Korps Adhyaksa pada minggu ini. Saat ini penyidik masih menyusun berkas perkara yang menjerat 14 tersangka ini.

“ Minggu ini akan kita limpahkan ke Kejari Perak,” ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa (10/11/2020) malam.

Terkait status para tersangka, Hartono menyebut bahwa para tersangka ditangguhkan penahanannya. Saat ditanya alasan tidak menahan para tersangka mengingat ancaman pasal 303 KUHP jo undang-undang RI nomor 7 tahun 1974 tentang penertiban perjudian memungkinkan untuk dilakukan penahanan?

Hartono berdalih alasan tidak dilakukan penahanan pada para tersangka karena masa pandemi dan juga jumlah tahanan overload. “ Jadi statusnya kita tangguhkan penahanannya dan jadi tahanan rumah,” ujarnya.

Terkait barang bukti yang disita pihak kepolisian berupa uang tunai lebih dari Rp 6 juta, 18 ekor ayam aduan, 1 buah jam dinding, buah ring spon tempat ayam diadu dan 48 kupon antrian, Hartono memastikan bahwa semua barang bukti masih ada di Polres Tanjung Perak.

“ Nanti kalau berkas sudah P21 dan sudah tahap dua pasti akan kita limpahkan semua ke Kejaksaan,” ujarnya.

Perlu diketahui, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak membubarkan judi adu ayam di Jalan Tenggumung Wetan, Minggu siang, 11 Oktober 2020 lalu.

Dalam konferensi pers, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum, S.Si, MH mengungkapkan bahwa keberhasilan membubarkan aksi judi sabung ayam ini berkat informasi masyarakat.

Dia menyebut dalam pers releasnya waktu itu bahwa ada informasi dari masyarakat yang diterima anggota Satreskrim. Kemudian dilakukan penyelikan dan selanjutnya setelah dipastikan informasi itu benar baru dilakukan penggerebekan.

Dihadapan wartawan, Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu M Gananta membeberkan barang bukti yang berhasil disita.

Terdapat uang tunai lebih dari Rp 6 juta, 18 ekor ayam aduan, 1 buah jam dinding, buah ring spon tempat ayam diadu dan 48 kupon antrian.

Untuk tersangka yang kini berhasil diamankan sebanyak 14 orang yang terdiri dari penjudi, pemilik tempat dan pemilik ayam aduan.

Saat itu Kapolres menyebut bahwa untuk pemilik tempat berinisial ALX ditahan untuk proses hukum lebih lanjut bersama lainnya.

Para tersangka ini dijerat dengan pasal perjudian dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun. [uci/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar