Hukum & Kriminal

Kejari Ponorogo Bakar Barang Bukti dari 127 Perkara

Pemusnahan barang bukti dilakukan di halaman kantor Kejari Ponorogo. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo melakukan pemusnahan barang bukti perkara yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Yakni barang bukti perkara sejak akhir tahun 2019 hingga awal bulan Oktober tahun ini. Pemusnahan ini sebagai bentuk perintah dari pengadilan, dimana barang bukti yang disebutkan, dirampas untuk dimusnahkan.

“Hari ini pemusnahan barang bukti dari 127 perkara yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap,” kata Kepala Kejari Ponorogo Khunaifi Alhumami, Senin (12/10/2020).

Jumlah perkara tersebut terdiri dari tindak pidana kehutanan, narkoba jenis pil dobel L atau sabu, miras, dan perjudian. Serta tindak pidana penggelapan atau penipuan, kekerasan, pencabulan, pembunuhan, migas dan perkara anak.

Mengapa barang bukti itu harus dimusnahkan, kata Khunaifi menyebut jika barang bukti tersebut tidak punya nilai ekonomis. Artinya tidak bisa dinilai oleh uang sehingga tidak bisa dirampas untuk negara. “Karena tidak mempunyai nilai ekonomis, ya barang bukti tersebut dimusnahkan,” katanya.

Kasus perkara jenis pil dobel L yang tertinggi dalam pemusnahan tersebut, yakni mencapai 70 perkara. Kemudian di urutan kedua ada perjudian dengan 47 perkara, dan penggelapan atau pencurian sebanyak 18 perkara. “Paling tinggi kasus pil dobel L dengan 70 perkara dengan barang bukti yang dimusnahkan sekitar 18 ribu pil dobel L,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar