Hukum & Kriminal

Kejari Periksa Mantan Kepala Disbudpar Bojonegoro Amir Syahid

Mantan Kepala Disbudpar Bojonegoro Amir Syahid saat mendatangi kantor Kejari Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro memeriksa saksi dari mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro Amir Syahid, Rabu (13/5/2020).

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bojonegoro Achmad Fauzan membenarkan telah melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kepala Disbudpar Bojonegoro Amir Syahid untuk melengkapi data penyelidikan dugaan korupsi yang ditanganinya.

“Benar hari ini telah melakukan pemeriksaan satu orang saksi. Setelah pemeriksaa ini belum ada saksi lain yang akan dihadirkan,” ujarnya.

Fauzan mengatakan dalam penyelidikan kasus tersebut, pihaknya sudah memeriksa 10 orang saksi, yakni tiga orang koordinator pariwisata, dua kepala UPTD pariwisata, satu orang dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro, bendahara penerima pariwisata, pihak asuransi, dan tim teknis penghitungan dari inspektorat.

Sekadar diketahui saat ini Penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Bojonegoro telah melakukan penyelidikan dugaan kasus korupsi pengelolaan uang asuransi tiket masuk objek wisata yang dikelola pemerintah daerah, dalam hal ini Disbudpar dari tahun 2016 hingga 2019.

Uang sisa asuransi itu ditiga tempat obyek wisata yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Objek wisata yang dimaksud diantaranya adalah Waduk Pacal di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Taman Tirtawana (Dander Park) di Kecamatan Dander, dan Kahyangan Api di Kecamatan Ngasem.

Dalam pemeriksaan tersebut, Amir Syahid diperiksa kurang lebih lima jam dan keluar dari Kantor Kejari Bojonegoro sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, mantan Kepada Disbudpar yang sekarang menjabat Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro itu hingga berita ini ditulis belum memberi konfirmasi. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar