Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Kejari Perak Eksekusi Terpidana Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar

Surabaya (beritajatim.com) – Imam Santoso, terpidana kasus penipun dan penggelapan dalam bisnis jual beli kayu senilai Rp 3,5 miliar dieksekusi oleh tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, Selasa (8/2/2022) sekitar pukul 14.30 Wib.

Direktur Utama pada PT Daha Tama Adikarya ini dijemput tim eksekutor di kediamannya di kawasan Dharmahusada Indah Timur Surabaya setelah tim melakukan pemantauan dan yang bersangkutan sedang tidak berada di Surabaya. Padahal sesuai putusan Mahkamah Agung, terpidana statusnya adalah tahanan kota.

“Kemarin dalam putusan Mahkamah Agung yang bersangkutan berstatus tahanan kota, sementara dalam pemantauan kami yang bersangkutan sedang tidak berada di dalam Surabaya tapi di luar Surabaya tepatnya di kota Pasuruan,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjung Perak, I Ketut Kasna Dedi, SH, MH melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasiintel) Putu Arya Wibisana, SH, MH.

Meski tak melakukan perlawanan, namun Imam Santoso sempat tak bersedia membukakan pintu saat petugas mendatangi rumahnya. Namun, akhirnya sekitar pukul 14.30 Wib Terpidana akhirnya bisa dieksekusi. Putu Arya menambahkan, eksekusi terhadap Dirut PT Daha Tama Adikarya ini berdasarkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, yakni putusan kasasi Nomor: 170/K/PID/2022.

Imam Santoso sendiri dihukum satu tahun oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Putusan tersebut kemudian diperkuat oleh Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya. Ditingkat Kasasi, putusan PN dan PT dianulir oleh Mahkamah Agung dan memperbaikinya dengan menambah hukuman menjadi dua tahun penjara.
“Putusan kasasinya 2 tahun penjara, dan telah incracht,” kata Putu Arya Wibisana kepada wartawan di Kejari Tanjung Perak.

Setelah menjalani proses administrasi di seksi pidana umum (Pidum) Kejari Tanjung Perak, selanjutnya terpidana Imam Santoso dijebloskan ke penjara. Dia ditahan untuk menjalani masa hukuman. “Ditahan di Rutan Medaeng Surabaya,” tandas Putu Arya Wibisana.

Untuk diketahui, vonis kasasi yang dijatuhkan Hakim Agung Desnayeti pada 27 Januari 2022 ini lebih berat dari putusan Pengadilan Negeri Surabaya pada 2 Juni 2021 dan Pengadilan Tinggi Surabaya pada 20 Agustus 2021, yang menghukum Imam Santoso dengan pidana penjara selama 1 tahun.

Imam Santoso dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHPidana. Dia sebelumnya dituntut oleh JPU Kejari Tanjung Perak Sulfikar dengan pidana penjara selama 3 tahun.

Dalam kasus ini, Imam Santoso dilaporkan ke polisi oleh Willyanto Wijaya (korban) setelah dirugikan sebesar Rp 3,6 miliar lebih, akibat sisa pesanan kayu yang dipesannya tak kunjung dikirim sejak 2017.

Uang yang telah dibayarkan ke terdakwa Imam Santoso itu tidak dikembalikan ke Willyanto Wijaya (korban), melainkan dipergunakan untuk kepentingan PT Randoetatah Cemerlang, yang tidak ada kaitannya dengan Willyanto Wijaya. [uci/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar