Hukum & Kriminal

Dampak Penyebaran Covid-19

Kejari Pamekasan Terapkan Sidang Via Online

Pamekasan (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan menerapkan pelayanan via daring alias online, termasuk saat proses persidangan sehubungan dengan massifnya wabah virus corona, tidak terkecuali di kabupaten Pamekasan.

Bahkan langkah inovatif melalui penerapan sistem online tersebut, sudah dilakukan sejak akhir Maret 2020, yakni Senin (30/3/2020) lalu. Hal tersebut selaras dengan tugas dan fungsi lembaga penegak hukum untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pelayanan online ini sudah kita berlakukan sejak 30 Maret 2020, mulai dari pelayanan tilang hingga proses persidangan yang sudah sesuai dengan jadwal yang sudah ada,” kata Kajari Pamekasan, Tengku Rahmansyah, Sabtu (4/4/2020).

Untuk layanan tilang online juga sudah di publis melalui website resmi Kejari Pamekasan, termasuk juga besaran denda yang harus dibayar oleh pelanggar. “Untuk layanan tilang ini, pelanggar membayar besaran denda melalui ATM BRI, internet banking atau MBanking ke rekening BPN 036 Kejari Pamekasan,” ungkapnya.

Termasuk untuk pengiriman tanda bukti pembayaran juga bisa dilakukan melalui pesan singkat alias daring, selanjutnya dikirim ke alamat pelanggar melalui jasa ekspedisi. “Tapi untuk ongkos kirim ditanggung sendiri oleh pelanggar dan dibayar saat barang diterima,” jelasnya.

Tidak hanya layanan tilang, hal serupa juga berlaku untuk pelaksanaan persidangan yang mempertemukan antara majelis hakim, jaksa, pengacara dan saksi melalui sistem daring alias menggunakan video conference dengan menerapkan dua skema berbeda.

Skema pertama menghadirkan jaksa, hakim dan terdakwah melalui video konferen dan diterapkan dalam pembuktian perkara yang mudah. Sementara untuk skema kedua dilakukan dalam perkara pembuktian yang cukup rumit dengan menghadirkan banyak saksi.

“Kalau dalam perkara pembuktian yang cukup rumit, di mana banyak menghadirkan saksi-saksi datang ke pengadilan untuk vidon dengan majelis hakim. Sementara jaksa tetap di Kejari dan terdakwa tetap di tahanan Lembaga Pemasyarakatan Pamekasan, dimana semuanya terhubung secara online. Jadi sidang vidcon diberlakukan untuk semua perkara,” jelasnya.

Bahkan proses persidangan yang berlangsung tetap memperhatikan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau KUHAP. “Untuk orang dewasa terbuka untuk umum secara online, sementara untuk anak dilakukan tertutup,” tegasnya.

“Namun yang tidak kalah penting untuk kami sampaikan bahwa sidang dan pelayanan lainnya secara online diberlakukan hingga wabah corona berakhir. Kami disini untuk Indonesia hebat anda di rumah untuk Indonesia sehat,” pungkasnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar