Hukum & Kriminal

Kejari Kota Mojokerto Kembalikan SPDP Tindak Pidana Kerusakan Atap Plafon GMSC ke Penyidik

Atap gedung GMSC di Jalan Gajah Mada Kota Mojokerto ambrol pada, Sabtu (9/1/2021) lalu. [Foto: dok]

Mojokerto (Beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto mengembalikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dugaan tindak pidana kerusakan atap plafon gedung Graha Mojokerto Service City (GMSC) Kota Mojokerto. Menyusul belum ditindaklanjuti penyerahan berkas perkara Tahap I.

Pengembalian SPDP tersebut dilakukan karena sebelumnya Kejari Kota Mojokerto pada pertengahan bulan Maret 2021 telah mengirim surat untuk menanyakan perkembangan hasil penyidikan kepada Penyidik Satreskrim Polresta Mojokerto. Namun hingga lebih dari 30 hari, penyidik belum dapat menindaklanjuti penyerahan berkas perkara Tahap I tersebut.

“Iya, hari ini SPDP perkara kerusakan atap plafon gedung GMSC Kota Mojokerto kita kembalikan kepada Penyidik Satreskrim Polresta Mojokerto. Karena bulan Maret lalu, kami sudah menanyakan perkembangan hasil penyelidikan,” ungkap Kasi Intel Kejari Kota Mojokerto, Ali Prakoso, Senin (26/4/2021).

Namun karena sampai dengan sekarang Penyidik Satreskrim Polresta Mojokerto belum dapat menyerahkan berkas perkara Tahap I, sehingga pihaknya mengembalikan SPDP tersebut. Ali menambahkan, jika pengembalian SPDP tersebut tidak menutup kemungkinan untuk dapat diterima pihaknya kembali.

“Januari kejadian, Februari penyidik mengirim ke kami. Maret kami tanyakan tapi sampai saat ini belum ada tindaklanjutnya. Memang untuk melakukan penyidikan ini tidak mudah namun tidak ada perkembangan sehingga kami kembalikan. Penyidik tentunya tetap melakukan penyidikan,” katanya.

Ali menduga, tidak adanya tindak lanjut dari penyerahan berkas perkara Tahap I dari Kejari Kota Mojokerto tersebut lantaran penyidik tidak mempunyai alat bukti yang cukup. Menurutnya, pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk intervensi ke Penyidik Satreskrim Polresta Mojokerto.

“Kekurangannya di Polresta. Alat bukti masih kurang sehingga Penyidik butuh waktu. Jadi kewenangannya di Penyidik, kita tidak bisa intervensi harus menindaklanjuti berkas perkara Tahap I sampai kapan. Namun yang jelas, hari ini SPDP kita kembalikan ke Penyidik Satreskrim Polresta Mojokerto,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, Iptu Hari Siswanto menegaskan, jika Kejari Kota Mojokerto hanya mempertanyakan perkembangan penyidikan perkara kerusakan atap plafon gedung GMSC Kota Mojokerto. “Hasil Labfor belum jadi, kalau ITS sudah keluar. Belum kami gelarkan, kalau sudah kita gelar. Kejari hanya menanyakan perkembangan penyidikan saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, atap gedung Graha Mojokerto Servis Center (GMSC) Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto di Jalan Gajah Mada Kota Mojokerto, Sabtu (9/1/2021) ambrol. Belum diketahui penyebab ambrolnya atap Mall Pelayanan Publik (MPP) dua counter di lantai II.

Gedung GMSC merupakan salah satu mega proyek di Kota Mojokerto senilai Rp71,7 milyar. Gedung berlantai IV ini dibangun di lahan bekas Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Wahidin Sudiro Hudoso. Total anggaran sebesar Rp71,7 miliar terbagi dalam APBD TA 2016 Rp 30,6 miliar, APBD TA 2017 Rp34,1 miliar dan APBD TA 2018 Rp7 miliar.

GMSC ada IV lantai. Lantai I untuk parkir kendaraan, lantai II difungsikan sebagai MPP, lantai III untuk kantor tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yakni DPMPTSP, Dispendukcapil dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Sementara lantai IV digunakan sebagai meeting room atau hall. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar