Hukum & Kriminal

Kejari Kota Mojokerto Ciptakan Aplikasi Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Kepala Kejari Kota Mojokerto, Halila Rama Purnama. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto me-launching sejumlah aplikasi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, namun Kejari Kota Mojokerto tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Kota Mojokerto. Aplikasi tersebut yakni Si Cantik dan Si Penerawang.

Kepala Kejari Kota Mojokerto, Halila Rama Purnama mengatakan, aplikasi Si Cantik yakni sistem antrian tilang secara elektronik. “Tujuannya agar bisa memberikan pelayanan yang transparan dan akuntabel. Sehingga tidak ada calo pembayaran denda tilang di Kejari Kota Mojokerto,” ungkapnya, Kamis (11/6/2020).

Untuk bisa melihat besaran dendanya, lanjut Halila, juga bisa di cek melalui online di aplikasi store, yakni dengan mengetik cek denda tilang. Dengan aplikasi tersebut Kejari Kota Mojokerto berharap bisa memberikan pelayanan secara transparan dan tetap akuntabel.

“Sekarang banyak warga binaan Lapas terdampak pandemi Covid-19, sebagian dari mereka mendapatkan asimilasi dan pembebasan bersyarat. Kita bisa melakukan pengawasan kepada mereka supaya tetap menjadi warga binaan yang baik dan tidak melakukan perbuatan melawan hukum kembali,” katanya.

Yakni dengan menciptakan aplikasi Si Penerawang. Si Penerawang, lanjut Halila merupakan sistem pengawasan elektronik asimilasi terintegrasi warga binaan secara langsung melalui aplikasi. Cara kerjanya yakni dengan menggunakan GPS untuk mengetahui keberadaan yang bersangkutan.

“Namun seandainya yang bersangkutan itu tidak mempunyai HP, kita bisa meminta bantuan kepada perangkat desa dan kelurahan setempat. Kita juga punya Perisai Sakti yakni program untuk pengembalian, perawatan, pembersihan semua barang bukti,” ujarnya.

Halila menjelaskan, barang bukti yang ada di kantor Kejari Kota Mojokerto saat akan dikembalikan kepada yang berhak sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto atau sampai putusan Mahkamah Agung (MA) dalam keadaan bersih, terawat dan tetap bernilai ekonomis. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar