Hukum & Kriminal

Kejari Kabupaten Mojokerto Terima SPDP Importir Obat Penggugur Kandungan

Mojokerto (Beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto kembali menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait kasus aborsi di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. SPDP tersebut untuk satu orang tersangka yakni, Dianus Pianam.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kabupaten Mojokerto, Ivan Yoko mengatakan, SPDP warga yakni warga Pluit, Jakarta Utara yang sebelumnya ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Mojokerto tersebut diterima Kejari Kabupaten Mojokerto pada, Senin (15/3/2021) kemarin.

“Iya ada tambahan satu lagi. SPDP tersebut kita terima dari Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto pada, Senin kemarin. Untuk perannya, kami tidak bisa menjabarkan perannya karena masih diduga ada tersangka lain,” ungkapnya, Selasa (16/3/2021).

Sebelumnya, Polres Mojokerto merilis satu orang tersangka kasus aborsi dan tujuh orang tersangka pengedar obat penggugur kandungan. Dianus Pianam memasok Cytotec dalam jumlah besar ke Jong Fuk Liong alias Jon (43), warga Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Jong Fuk Liong diamankan bersama enam tersangka pengedar obat penggugur kandungan lainnya yakni Zulmi Auliya (33), warga Kelurahan/Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Mochammad Ardian (20) dan Rohman (39), keduanya warga Kelurahan Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur.

Suparno (49), warga Kelurahan/Kecamatan Klampis, Brebes, Jateng, Supardi (53), warga Manunggal Bakti, Pasar Rebo, Jakarta Timur dan Ernawati (50), warga Kelurahan Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur. Kasus ini terbongkar dari kasus aborsi yang dilakukan Nungki Marinda Sari (25).

“Mereka ini sindikat pengedar obat aborsi untuk wilayah Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Untuk penyelundupan obat aborsi ini masih tahap pengembangan. Saat ini kami masih memburu pria berinisial DP yakni importir Cytotec dari Australia ini sudah masuk daftar pencarian DPO,” jelas Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander saat rilis, Senin (8/3/2021).

Tersangka dijerat dengan pasal 197 juncto pasal 106 ayat (1) juncto pasal 194 juncto pasal 75 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan subsider pasal 77A ayat (1) juncto pasal 45A UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar