Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Kejari Kabupaten Mojokerto Kembalikan Berkas SPDP Kasus Uang Baru Rp3,7 M

Kasi Pidum Kejari Kabupaten Mojokerto, Ivan Yoko

Mojokerto (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto mengembalikan berkas Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus uang baru Rp3,73 miliar. Alasannya, penyidik Satreskrim Polresta Mojokerto tak kunjung mengirimkan berkas perkara ke Kejari Kabupaten Mojokerto. Padahal kasus ini sudah berjalan dua bulan lebih.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum), Kejari Kabupaten Mojokerto, Ivan Yoko Wibowo membenarkan terkait hal tersebut. “Sampai saat ini, kami belum menerima surat hasil penyelidikan atas nama JRS dan kawan-kawan. Sehingga rencananya kami mengembalikan SPDP kepada penyidik, Minggu depan hari Senin (27/6/2022) besok,” ungkapnya, Sabtu (25/6/2022).

Kejari Kabupaten Mojokerto mengembalikan SPDP dengan nama terlapor beinisial JRS dan kawan-kawan. Mereka disangka melanggar pasal 106 UU RI nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan yang diubah menjadi pasal 46 UU RI nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, serta pasal 49 ayat (1) dan (2) UU RI nomor 10 tahun 1998 tentang Perbankan.

Sejak penerbitan P-17 pada 23 Mei 2022 dari Kejari Kabupaten Mojokerto ke Polresta Mojokerto berkas perkara tak kunjung dikirimkan ke Kejakari Kabupaten Mojokerto. Oleh karena itu, SPDP dikembalikan jaksa Kejari Kabupaten Mojokerto ke penyidik Satreskrim Polresta Mojokerto.

“Alasan pengembalian sesuai dengan SOP kami. Karena sudah kami kirimkan P17 pada tanggal 23 Mei 2022. Sampai pada tenggang waktu satu bulan, kami juga belum dikirim hasil perkembangan penyidikan atau belum ada sikap terhadap surat yang kami layangkan pada 23 Mei 2022, sesuai dengan SOP kita harus mengembalikan SPDP,” katanya.

Jika penyidik Satreskrim Polresta Mojokerto akan mengungkap lagi kasus penyitaan uang baru berjumlah fantastis tersebut, maka penyidik harus mengirimkan lagi SPDP baru ke Kejari Kabupaten Mojokerto. Terkait hal tersebut, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik Satreskrim Polresta Mojokerto. “Dilanjutkan atau tidak itu silahkan ditanyakan ke penyidik. Itu tergantung penyidik menyikapinya seperti apa,” tegasnya.

Sebelumnya, anggota Satreskrim Polres Mojokerto Kota mengamankan dua mobil jenis Daihatsu Grandmax dan Mitsubhisi Pajero saat berhenti di dekat exit Gerbang Tol Mojokerto Barat (Mobar), Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Dari kedua kendaraan tengah bertransaksi uang baru senilai Rp5 milyar.

Penangkapan bermula dari patroli rutin yang digelar anggota Satsabhara Polresta Mojokerto. Petugas mencurigai keberadaan Grand Max nopol D 8348 EY warna putih yang berhenti jalan gelap di exit Gerbang Tol Mobar pada, Jumat (8/4/2022) sekitar pukul 01.00. Petugas yang curiga mendatangi kedua kendaraan tersebut.

Saat dilakukan pengecekan, ada lima orang dari dua mobil tersebut sedang mengangkat plastik warna putih berisi uang baru. Tumpukan uang baru senilai Rp5 miliar ada di dalam mobil yang dikendarai JE (29) warga Sidoarjo bersama empat kawannya. Selain kelimanya, terdapat pula seorang pengemudi mobil Mitsubishi Pajero Sport nopol S 1210 XE.

Petugas kemudian mengamankan lima orang beserta uang senilai Rp5 milyar yang masih bersegel Bank Indonesia lantaran diduga telah menyalahi Standart Operating Procedure (SOP) penukaran uang baru. Uang baru tersebut dalam bentuk pencahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000 serta Rp20.000. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar