Hukum & Kriminal

Kejari Kabupaten Mojokerto Geledah Kantor Dinas Pertanian

Mojokerto (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto menggeledah kantor Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto. Ini setelah penyidik menemukan indikasi perbuatan pidana dalam proyek pembangunan irigasi sumur dangkal di Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto.

Indikasi kerugian awal dari kegiatan tersebut sebesar Rp519.716.400 dari pagu Rp4.180.000.000. Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Mojokerto, Agus Haryono memimpin langsung penggeledahan bersama delapan penyidik lainnya.

Sekira pukul 10.00 WIB, penyidik mendatangi kantor Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto di Jalan RA Basoeni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Tim berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Sulistyowati, sebelum akhirnya tim langsung masuk ke ruangan Kepala Dinas.

Sedikitnya lima kotak isi berkas-berkas dibawa penyidik dari ruang Kepala Dinas ke mobil. Sekira pukul 10.44 WIB, tim penyidik Kejari Kabupaten Mojokerto meninggalkan kantor Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto di Jalan RA Basoeni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto tersebut.

Anggaran untuk proyek ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pertanian tahun 2016. Setelah melalui proses lelang, nilai kontrak proyek tersebut sebesar Rp3.709.596.000. Dalam pelaksanaannya, anggaran yang diserap hanya sebesar Rp2.864.190.000.

Indikasi awal tersebut ditemukan setelah pihaknya mengecek ke lapangan dan menganalisa dokumen-dokumen terkait proyek. Selain itu, pihaknya juga melibatkan ahli proyek fisik karena proyek tersebut merupakan pembangunan fisik.

Dalam proyek yang dibagi menjadi empat paket di 10 kecamatan tersebut, merupakan proyek dengan anggaran yang dipecah-pecah. Mulai Rp70 juta, Rp80 juta sampai Rp120 juta. Meski tak masuk kategori mega proyek, namun pagu anggaran keseluruhan dipastikan sangat besar. Proyek ini mencapai 38 kegiatan dengan pagu Rp4,1 miliar.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar