Hukum & Kriminal

Indikasi Pidana Proyek Pembangunan Irigasi Sumur Dangkal di Distan Kabupaten Mojokerto 2016

Kejari Kabupaten Mojokerto Belum Tetapkan Tersangka

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Mojokerto, Agus Haryono. Foto: misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Hingga kini tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto belum menetapkan tersangka terkait indikasi perbuatan pidana dalam proyek pembangunan irigasi sumur dangkal di Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto tahun 2016.

Meski tim penyidik sudah memeriksa 15-20 orang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), termasuk Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto. Suliestyawati diperiksa tim penyidik sebanyak tiga kali dalam kasus tersebut.

Bahkan tim penyidik melakukan pengeledahan di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto pada, Selasa (17/9/2019) lalu. Tim penyidik membawa mengamankan dokumen sebanyak lima kotak dari kantor Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto di Jalan RA Basoeni tersebut.

Tim penyidik juga mengeledah kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)Kabupaten Mojokerto yang berada di komplek kantor Bupati Mojokerto di Jalan A Yani Kota Mojokerto. Sejumlah dokumen terkait kegiatan tersebut turut serta diamankan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Mojokerto, Agus Haryono mengatakan, belum ada perkembangan terkait kasus tersebut. “Belum (tersangka), perkembangannya masih menunggu hasil temuan ahli. Yang pasti setelah itu, baru nanti kita akan tes (temuan ahli),” ungkapnya, Senin (30/9/2019).

Masih kata Agus, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kabupaten Mojokerto. Sehingga saat ini, tim penyidik masih menunggu undangan ekspos dari pihak BPKP.

“Kemarin kita sudah koordinasikan dengan BPKP, tinggal nunggu undangan eksposnya. Belum (perkembangan), kita masih menunggu hasil undangan ekspos dari BPKP. Setelah itu baru. Dokumen terkait kegiatan itu (pengeledahan),” katanya.

Saat disinggung jumlah saksi apakah ada tambahan, Agus menegaskan, belum ada. Menurutnya, saksi ya g diperiksa dalam kasus tersebut dirasa sudah cukup. Jika memang kurang, menurutnya, lebih ke tim ahli bukan menambah jumlah saksi yang diperiksa. “Saksi belum (tambah), kita rasa cukup. Paling nanti nambahi ahli saja soal fisik bangunan,” tegasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar