Hukum & Kriminal

Kejari Gresik Kembalikan Uang Kerugian Negara Sebesar Rp 12,1 Miliar

Gresik (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik selama tahun 2019 berhasil mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp 12,1 miliar.

Kepala Kejaksaan (Kajari) Gresik, Heru Winoto mengatakan, uang negara yang diselamatkan itu merupakan hasil dari penyitaan kasus perdata, pidana umum, dan korupsi.

“Pada kasus perdata total penagihan uang pengganti sebesar Rp 29.257.770. Sementara pada kasus pidana umum mulai dari denda tilang, rampasan, denda perkara biasa uang penagihan totalnya mencapai Rp 1,81 miliar. Sedangkan kasus korupsi mencapai Rp 1,25 miliar,” katanya usai kegiatan Pemulihan dan Pengembalian Uang Negara/Daerah dalam Ukur Kinerja Kejari Gresik di Bank Mandiri, Kamjs (9/01/2020).

Heru menambahkan, uang sebesar Rp 12,1 miliar itu dalam waktu dekat segera disetor ke kas negara melalui Bank Mandiri Cabang Gresik. “Uang ini segera kami setor ke kas negara,” imbuhnya.

Saat ditanya mengenai kasus korupsi yang melibatkan mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, dr Nurul Dholam, dijelaskan Heru Winoto untuk kasus tersebut, pihaknya akan terus memburu barang dan harta milik terdakwa.

“Kami sudah bekerjasama dengan pihak-pihak terkait. Kalau bisa secepatnya tapi itu semua tergantung dari kerja tim intelijen,” ujarnya.

Lebih lanjut Heru Winoto menuturkan, masih terkait kasus korupsi ini, jika terdakwa dr Nurul Dholam tidak mampu atau mengembalikan kerugian negara maka diganti dengan pidana badan.

“Sebelum ke arah sana, Kejari Gresik sejauh ini juga sudah melakukan komunikasi, dan ada upaya melakukan mengembalikan kerugian negara,” tuturnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar