Hukum & Kriminal

Kejari Bojonegoro Tetapkan Satu Tersangka Kasus Korupsi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan peningkatan Jalan Taji – Bakalan Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro memasuki babak baru. Penyidik menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penggunaan Anggarn Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 sebesar Rp5,5 miliar.

Satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka merupakan Direktur Utama CV Bhadra Raya, asal Kabupaten Sidoarjo, Ir Bambang Sigit Minggarjono. Sebelum ditetapkan sebagaoi tersangka, Bambang Sigit sebelumnya diperiksa penyidik dengan status saksi. Pemeriksaan dilakukan dari siang hingga malam ini, Senin (20/7/2020).

“Sore tadi kami disepakati untuk menetapkan saksi tersebut menjadi tersangka kasus pekerjaan peningkatan Jalan Taji – Bakalan Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro sebagai tersangka,” ujar Kepala Kejasaan Negeri (Kajari) Bojonegoro Sutikno.

Dalam kasus tersebut, tersangka diduga telah melakukan pemalsuan dokumen uji laboratorium dari ITN yang seharusnya pengerjaan yang dilakukan tersebut belum 100 persen namun tanpa sepengetahuan konsultan dan pengawas dokumen tesebut diubah sebagai syarat pencairan keuangan dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang, Pemkab Bojonegoro.

“Sehingga, volumenya tidak sesuai dengan kontrak yang sudah ditetapkan, kemudian yang bersangkutan melakukan rekayasa pemalsuan bukti-bukti seolah pekerjaan yang dikerjakan sudah 100 persen,” jelasnya.

Dalam kasus tersebut diduga negara mengalami kerugian mencapai Rp1,3 miliar lebih dari nilai kontrak sekitar Rp5,5 miliar. Temuan tersebut menurut Sutikno, lebih besar dari temuan awal Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Karena, lanjut Kajari, dalam penyidikan ditemukan temuan dugaan krugian negara baru.

“Mudah-mudahan lebih besar (temuan kerugian negara dari temuan awal BPK) karena habis ini, temuan baru yang didapatkan plus dengan yang temuan awal akan kami lakukan perhitungan lagi,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, penyidikan kasus tersebut merupakan pengembangan dari temuan pemeriksaan BPK tekait APBD Kabupaten Bojonegoro 2019. Dari temuan awal, proyek pengerjaan peningkatan jalan Taji – Bakalan yang menggunakan dana APBD 2019 dengan pagu Rp6,9 miliar yang dikerjakan oleh CV Bhadra Raya ada kelebihan bayar sebesar Rp1,2 miliar.

Dalam kasus tersebut, tersangka disangka dengan Pasal 2 (1) dan 3, serta Pasal 7 (1) Jo Pasal 18 Undang-undang Ri nomor 31 tahun 1999sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 taun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun kurungan. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar