Hukum & Kriminal

Kejari Bojonegoro Terima Pelimpahan Dugaan Korupsi Kades Sukosewu

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Achmad Fauzan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Penyidik Polres Bojonegoro melimpahkan berkas perkara dan tersangka atau tahap dua kasus dugaan korupsi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) Sukosewu, Senin (14/1/2019).

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Achmad Fauzan mengatakan, setelah adanya pelimpahan tahap dua dari Polres Bojonegoro, selanjutnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan menyusun surat dakwaan untuk disidangkan.

“Ada waktu selama 20 hari untuk menyusun surat dakwaan, setelah itu baru dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bojonegoro untuk disidangkan,” ujarnya.

Tersangka Kepala Desa Sukosewu, Wiwik Pujiningsih (43) diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum, menyalahgunakan kewenangannya terkait pelaksanaan kegiatan pengelolaan keuangan Desa Sukosewu tahun anggaran 2016 dan tahun anggaran 2017.

Pelaku disangka telah melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 20 tahun.

Kasus dugaan korupsi tersebut diduga diselewengkan oleh tersangka dari dana Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) pada tahun Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) kurang lebih senilai Rp550 juta.

“Barang bukti dari Penyidik Polres sudah lengkap, seperti dokumen, nota pencairan dan buku peraturan-peraturan,” ujarnya.

Dalam kasus ini, Kejari Bojonegoro menunjuk tiga orang JPU untuk menanganinya, yakni Budi Endah Soerjani, Nuraini Prihatin, dan Dekry Wahyudi. [lus/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar