Hukum & Kriminal

Kejari Bojonegoro Kembalikan Berkas Pelimpahan Kasus Dugaan Korupsi dari Polres

Foto ilustrasi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro mengembalikan berkas perkara pelimpahan kasus korupsi yang ditangani Polres Bojonegoro. Pengembalian berkas tahap satu (P-19) itu dilakukan seminggu yang lalu, karena berita acara pemeriksaan (BAP) masih ada yang harus dilengkapi.

“Berkas perkaranya sudah masuk, tapi ada beberapa keterangan saksi maupun tersangka yang harus dilengkapi. Sehingga saya kembalikan lagi ke Penyidik Polres Bojonegoro untuk dilengkapi,” ujar Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Dekri Wahyudi, Kamis (27/8/2020).

Penyidikan dugaan kasus korupsi yang ditangani Polres Bojonegoro itu merupakan temuan dana hibah dari Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2018 senilai Rp250 juta yang diberikan kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) Singosari, asal Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

Dana hibah tersebut seharusnya digunakan untuk pembangunan tanggul penahan tanah (TPT) atau plengsengan di Dusun Alasmati, Desa Sudu. Dalam pengerjaannya, Pokmas Singosari membangun TPT dengan material dari batu kumbung. Dalam pengerjaannya ditengarai ada selisih anggaran atau potensi kerugian negara sebesar Rp161 juta.

Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan mengatakan, dalam penyidikan kasus tersebut ada satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik menetapkan Ketua Pokmas Singosari, Desa Sudu, M Imron Amirudin sebagai tersangka karena kapasitasnya sebagai ketua yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan dana tersebut.

“Setelah proyek selesai, hasil pembangunannya tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Sehingga berpotensi terjadi kelebihan bayar atau kerugian negara,” pungkasnya. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar