Hukum & Kriminal

Kejaksaan Tangkap Bambang H, Bos Pabrik AC Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Bos Pabrik AC di kawasan Pergudangan Industri Blok F 14 Margomulyo Surabaya, yakni Bambang Harijanto Hadisujono, ditangkap tim Intelijen Kejari Surabaya, Selasa (15/2/2019) petang tadi.

Terpidana kasus pemalsuan merk ini ditangkap di pergudangan Margomulyo. Ia dibekuk usai menjalankan aktifitas sehari hari sebagai pengusaha.

“Kita tangkap sekitar jam 17.30 sore tadi di Margomulyo,”kata Kasi Intelijen Kejari Surabaya, I Ketut Kasna Dedi, Selasa (15/1/2019).

Diterangkan Kasna, sapaan akrab Kasintel, penangkapan terpidana kasus pemalsuan merk ini nyaris tanpa perlawanan. “Yang bersangkutan kooperatif dan tidak ada perlawanan,”terangnya.

Usai menjalani serangkaian pemeriksaan di ruang Intelijen, Bambang langsung Dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) seksi Pidana Umum (Pidum) dan selanjutnya dieksekusi ke Rumah Tahanan Kelas Ini Surabaya di Medaeng, Sidoarjo atau kerap disebut Rutan Medaeng.

“Terpidana dieksekusi berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 1587 K/Pid.sus/2017 tanggal 16 Nopember 2017 dengan amar putusan menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 90, 91, 94 UU RI No. 15 Tahun 2001 tentang Merk dan menjatuhkan pidana selama 1 tahun dan 6 bulan penjara dan denda sebesar Rp. 50.000.000 subsider 2 bulan kurungan,” terang Kasi Pidum, Didik Adyotomo.

Dijelaskan Dadit, sapaan Kasi Pidum, dalam putusan kasasi itu, terpidana Bambang terbukti memperdagangkan AC palsu merk Panasonic type CU/CS C45FFH.

“Merk Panasonic itu sudah terdaftar milik orang lain dan terdaftar dalam Ditjen HKI Kemenkum HAM,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, penangkapan Buron Bambang Harijanto Hadisujono ini merupakan prestasi ketiga seksi Intelijen Kejari Surabaya di bulan Januari 2019.

Di prestasi pertama, Kejari Surabaya berhasil menangkap buron kasus korupsi pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim Wisnu Wardhana, yang divonis 6 tahun penjara oleh Mahkamah Agung.

Penangkapan Wisnu Wardhana ini sempat viral, lantaran mobil yang dikemudikan anaknya menabrak sepeda motor staf Kejari Surabaya.

Sedangkan di prestasi kedua, tim Intelijen dibawah Komando I Ketut Kasna Dedi berhasil menangkap buron kasus penganiayaan bernama Herman Wibowo.

Herman ditangkap saat shoping dengan istrinya di Pasar Atom, pada Jum’at (11/1/2019). Ia dieksekusi atas putusan Mahkamah Agung Nomor.9K/Pid/2016 tanggal 05 April 2016 dengan hukuman 6 bulan penjara. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar