Hukum & Kriminal

Kejaksaan Sita Aset Tersangka Kasus Pembobolan Bank BRI

Surabaya (beritajatim.com) – Penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya berhasil menyita aset tanah dan bangunan yang dijadikan barang bukti perkara kredit fiktif Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Sejauh ini, sudah ada beberapa tersangka yang sudah dipenjarakan oleh tim pidana khusus Kejari Surabaya, diantaranya adalah AS, NLH, mantan Associate Account Officer (AAO) PT BRI Surabaya dan LH, debitur Kredit Modal Kerja (KMK) BRI.

Kasi Pidsus Kejari Surabaya Heru Kamarullah menyatakan penyitaan barang bukti hasil kejahatan para tersangka tersebut dilakukan pada
Rabu (24/7/2019) oleh jaksa penyidik sesuai dengan penetapan pengadilan negeri Surabaya nomor : 26/VII/ PEN.PID.SUS/2019/PN.Surabaya.

“Yang kita sita berupa tanah dan bangunan dengan alamat jalan Dieng DK/48 Sidoarjo sebagaimana sertifikat hak milik nomor 3286 kantor pertanahanan kabupaten Sidoarjo. Kemudian tanah dan bangunan dengan alamat jalan rambutan C-27 sekardangan Sidoarjo sebagaimana sertifikat hak milik nomor 469 kantor pertanahanan kabupaten Sidoarjo,” ujar Heru, Selasa (30/7/2019).


Selanjutnya kata Heru, penyidik juga menyita tanah dan bangunan dengan alamat jalan Hasan waduh Rt 02 RW. 02 waru Sidoarjo sebagaimana sertifikat hak milik nomor 3439 kantor pertanahanan kabupaten Sidoarjo.

“Kita juga menyita tanah dan bangunan dengan alamat jalan Sekawan wangi II F nomor 17 bulusidokare Sidoarjo sebagaimana sertifikat hak milik nomor 637 kantor pertanahanan kabupaten Sidoarjo,” katanya.

Penyitaan tidak terus dilakukan penyidik pada keesokan harinya, yakni Kamis (25/7/2019). Tim jaksa penyidik pada kejaksaan negeri Surabaya telah melakukan penyitaan barang bukti berupa tanah dan bangunan dengan alamat jalan Bendul merisi gang besar Selatan no. 42 Surabaya sebagaimana sertifikat hak milik nomor 498 kantor pertanahanan kota Surabaya.

Bahwa penyitaan tersebut sesuai dengan penetapan pengadilan Tipikor pada pengadilan negeri Surabaya nomor : 26/VII/PEN.PID.SUS/2019/PN Surabaya tanggal 12 Juli 2019 terkait perkara pemberian kredit pada PT Bri (Persero). Fiktif dan merugikan keuangan negara kurang lebih 10 milyar,” Pungkas Heru. [uci/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar