Hukum & Kriminal

Kejaksaan Klaim Kasus Tindak Pidana Umum Menurun 50%

Surabaya (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya dan Tanjung Perak mengklaim bahwa perkara yang masuk ke pihaknya dari kepolisian menurun hingga 50 persen lebih.

Kasi pidum Kejari Surabaya Farriman Siregar menyatakan, jumlah tersebut dilihat dari Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang dikirim pihak kepolisian selama bulan April 2020 ini.

“Kalau bulan April ini menurun sampai 50 persen lebih,” ujar Farriman, Sabtu (2/5/2020).

Sayangnya Farriman tak menyebut secara detail perbandingan jumlah SPDP selama bulan April dan Mei ini. “Ga hafal mbak, yang jelas menurun banyak,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Kasi Pidum Kejari Perak Eko Budisusanto. Dia juga menyebut bahwa perkara yang masuk ke wilayah hukum Kejari Tanjung Perak juga mengalami penurunan banyak berkisar 50 persen.

Sebelumnya, Polda Jatim mengklaim angka kriminalitas di wilayah hukumnya menurun sampai 62 persen bila dibandingkan dengan sebelumnya. Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Senin (13/4/2020).

Menurutnya, penurunan angka 62 persen itu dihitung dari perbandingan antara bulan Januari, Februari sampai Maret. ” Jadi penurunan itu selama tiga bulan terakhir, kalau bulan April masih berjalan,” ujar Trunoyudo.

Trunoyudo menyebut, data yang ada di Command Center Polda Jatim, perbandingan bulan Februari ke Maret, awalnya 2.465 kejadian tindak pidana pada Maret turun signifikan jadi 926. Artinya turun sebanyak 1.539 atau 62 persen.

” Dari Januari 3.101, Februari turun 2.465 atau turun 636. Nilai persentasenya 21 persen turunnya,” ujarnya.

Menurut Trunoyudo, penurunan kejahatan tersebut merupakan hal baik dari sisi keamanan. Ia juga menyebut dampak itu juga tak lepas dari penanganan dari Gugus Tugas COVID-19 dan Forkopimda Jatim selama ini.

“Artinya ada dampak baik dari apa yg sudah dilaksanakan oleh gugus tugas terkait dengan penanganan COVID-19. Banyaknya kegiatan secara sinergi baik pemprov, kemudian dengan TNI Polri melakukan patroli skala besar. Ini berpengaruh signifikan terhadap kejadian yang ada,” terang Trunoyudo. [uci/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar