Hukum & Kriminal

Kejaksaan Kembali Tahan Tersangka Pembobolan BRI

Surabaya (beritajatim.com) – Penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya kembali menjebloskan satu orang debitur karena diduga membobol bank BRI sebesar Rp 1,8 Miliar dengan modus kredit fiktif.

Tersangka yang diketahui berinisial AS ini bekerjasama dengan tersangka lainnya yakni NLH, mantan Associate Account Officer (AAO) PT BRI Surabaya dan LH, debitur Kredit Modal Kerja (KMK) BRI.

“Hari ini tim penyidik pidsus Kejari Surabaya telah menetapkan satu tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi kredit fiktif pada salah satu BRI di Surabaya. Keduanya kita tahan selama 20 hari kedepan,” ujar Anton Delianto, Kepala Kejari Surabaya, Kamis (25/7/2019).

Ia menjelaskan, kasus ini berawal saat BRI memberikan kredit modal kerja Ritel Max.Co kepada 9 debitur. Kemudian seluruh permohonan kredit tersebut diproses oleh NLH selaku AAO BRI. “Ternyata NLH bermufakat jahat dengan AS dengan modus menggunakan identitas debitur palsu seperti KTP palsu, legalitas usaha debitur palsu,” ujarnya.

Setelah dana cair, uang tersebut tidak digunakan sesuai pengajuan dan malah digunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa. “Dalam hal ini, terdakwa mendapat bagian kurang lebih Rp 390 juta, sisanya dibagi-bagi. Ini masih kita dalami,” ujarnya.

Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1, pasal 3 jo pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Anton menambahkan, penanganan kasus ini merupakan bentuk kerjasama antara Kejari Surabaya dengan BRI. “Kerjasama dalam menciptakan Zero Telorance Fraud atau tidak ada toleransi bagi oknum-oknum yang berbuat curang, yang merugikan keuangan negara,” pungkasnya. [uci/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar