Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Demi Restorative Justice

Kejaksaan Kabupaten Malang Hentikan Kasus Penadah Ponsel Curian

Malang (beritajatim.com) – Restorative justice akhirnya diambil Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang atas kasus dugaan penadah ponsel curian. Pendekatan keadilan restoratif ini merupakan yang pertama kalinya. Setelah ada perdamaian antara korban dengan tersangka.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Robert Simatupang melalui Kasubsi Penuntutan, Eksekusi dan Eksaminasi, Rendy Aditya Putra mengatakan, keadilan restoratif tersebut diberikan pada Baidowi (35), warga Dusun Panggung, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Baidowi merupakan tersangka kasus penadahan yang dijerat Pasal 480 KUHP. Setelah membeli satu buah ponsel merk Oppo dari seseorang bernama Saiful Febuari 2021 lalu.

Ternyata dari hasil penyidikan, ponsel yang dibeli seharga Rp 1 juta tersebut merupakan hasil kejahatan.

“Yang bersangkutan (Baidowi) mulanya membeli Hp merk Oppo seharga Rp 1 juta dari saksi bernama Saiful. Dan hasil penyidikan Hp tersebut merupakan barang hasil kejahatan, sehingga dijerat Pasal 480 KUHP soal penadahan,” ujar Rendy, Jumat (26/11/2021).

Rendy menjelaskan, berdasarkan ekspose atau gelar perkara bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Jaksa Muda Pidana Umum digelar Kamis (25/11/2021), diputuskan adanya restorative justice terhadap kasus yang menjerat Baidowi. Dan ini merupakan keputusan pertama kalinya dikeluarkan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang.

“Sesuai persetujuan pimpinan dalam hal ini Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Jampidum, Kepala Kejari Kabupaten Malang mengeluarkan surat penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restorative,” imbuhnya.

Menurut Rendy, ada beberapa pertimbangan yang mendasari keputusan restorative justice terhadap kasus Baidowi.

Pertama tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, kedua adalah kerugian dari tindak pidana yakni hanya sebesar Rp 1,8 juta. Pertimbangan berikutnya, telah ada perdamaian antara korban Winarsih (54), warga Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, dengan tersangka Baidowi.

“Dan yang terakhir, masyarakat dalam hal ini khususnya lingkungan tersangka tinggal memberikan respon positif artinya memang tersangka ini orang yang baik dan tidak pernah terlibat kasus tindak pidana,” terang Rendy.

Bersamaan dengan adanya keputusan restorative justice tersebut, lanjut Rendy, maka tersangka dibebaskan setelah sempat menjalani penahanan sejak dimulainya penyidikan di kepolisian hingga pelimpahan berkas perkara tahap 2.

“Bersamaan dengan keputusan keadilan restorative, maka tersangka dibebaskan dari penahanan. Dan barang bukti ponsel merk Oppo dikembalikan kepada korban,” tegasnya.

Rendy turut menegaskan, jika restorative justice hanya berlaku untuk kasus Baidowi. Sementara kasus pencurian Hp merk Oppo tetap berjalan sesuai tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku.

“Untuk kasus pencuriannya tetap jalan,” pungkasnya.

Adapun Restorative Justice ini dasar hukumnya Perja nomor 15 tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadilan resotatif. [yog/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar