Hukum & Kriminal

Kedapatan Bawa Senpi Rakitan, Polresta Mojokerto Amankan Pelaku Curanmor

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi bersama tersangka curanmor.

Mojokerto (beritajatim.com) – Tersangka Pencurian Kendaraan Sepeda Motor (Curanmor) berhasil diamankan anggota Satreskrim Polresta Mojokerto di wilayah hukum Polres Pasuruan. Dari tangan tersangka diamankan senjata api (senpi) rakitan beserta amunisi.

Tersangka Salatin (41) mengaku, memiliki senjata api tersebut sejak tahun 2016 lalu. “Ada kejadian maling sapi, bantu cari sama tetangga menemukan senpi ini beserta pelurunya. Saya menemukan tahun 2016,” ungkapnya, Jumat (9/4/2021).

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi mengatakan, kasus senjata api diamankan dari tersangka Salatin (40) warga Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. “Tersangka akan melakukan aksi curanmor di wilayah hukum Polresta Mojokerto dan diamankan,” katanya.

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa senjata api dan kunci leter T. Kapolresta menjelaskan, senjata api tersebut sudah dilakukan pengecekan di Laboratoriun Forensik dan dinyatakan senjata api aktif untuk digunakan penembakan sehingga tersangka bisa diproses sesuai dengan Undang-undang Darurat.

“Ketika melakukan kejahatan curanmor, kelengkapan menggunakan senpi selalu digunakan dengan alasan untuk jaga diri. Tersangka juga pernah melakukan aksi curanmor terhadap korban seorang polwan di Pasuruan tahun 2017. Tersangka dijerat Pasal 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman setinggi-tingginya 20 tahun,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, Iptu Hari Siswanto menambahkan, tersangka diamankan pada, Jum’at (19/3/2021) sekira pukul 22.15 WIB di Jalan Desa Trewung Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. “Tersangka diamankan dari laporan Polsek Gedeg karena kasus curanmor,” tambahnya.

Mantan Kasat Narkoba Polresta Mojokerto ini menjelaskan, anggota Satreskrim Polresta Mojokerto melakukan penyelidikan hingga ke wilayah Kabupaten Pasuruan. Tersangka berhasil diamankan dan saat dilakukan pengeledahan badan, pakaian dan kendaraan yang digunakan ditemukan satu pucuk senjata api.

“Senpi rakitan tersebut diselipkan di perut di bagian depan yang sudah terisi 1 butir amunisi dan di dalam saku celana bagian kanan ditemukan 1 buah kunci T serta 3 buah anak kunci T. Di dalam jok sepeda motor Honda Vario nopol N 3820 TW warna putih ditemukan sejumlah barang bukti,” lanjutnya.

Yakni satu buah dompet kecil warna hitam yang berisi dua butir amunisi, satu buah obeng besar warna merah dan satu buah obeng kecil warna biru, dua buah plat nomor dengan nopol W 3759 VJ. Tersangka dijerat Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun penjara. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar