Hukum & Kriminal

Kecelakaan saat Bawa Penumpang, Diver Gojek Divonis 2 Bulan 10 Hari

Surabaya (beritajatim.com) – Majelis hakim yang diketuai Maxi Singgarlaki menjatuhkan pidana penjara selama dua bulan 10 hari pasa terdakwa Hilmi Hamdani, Rabu (20/3/2019). Oleh hakim Maxi, terdakwa Hilmi dinilai terbukti melanggar pasal 310 ayat 4 UU RI No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

“Menjatuhkan pidana penjara selama dua bulan sepuluh hari,” ucap hakim Maxi saat membacakan amar putusan di ruang sidang Cakra.

Atas putusan tersebut, terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya Hans Edward merasa keberatan dan akan melakukan upaya banding.

“Pikir-pikir pak hakim, saya komunikasikan dulu sama pengacara saya,” jawab terdakwa.

Perlu diketahui, Terdakwa sebagai pengemudi Gojek Online awalnya mendapat job dari Umi Insiyah untuk diantar ke rumah di kawasan Jalan Bogangin Surabaya. Namun saat hendak masuk gang Bogangin, tiba-tiba koban langsung tertabrak motor Kawazaki Ninja yang dikendarai oknum marinir Miftakhul Effendi.

Akibat tabrakan ini, ketiga korban sama-sama mengalami luka. Karena luka yang berat, Umi dirawat di RS Khodijah Sepanjang.

Sebelum putusan dibacakan hakim, puluhab massa dari driver Gojek kembali mendatangi gedung Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (20/3/2019). Kedatangan mereka untuk ini mensupport rekannya yang diadili atas kasus kecelakaan.

“Hari ini putusan rekan kami (Achmad Hilmi Hamdani) yang diadili dalam kasus kecelakaan,” ujar salah satu driver Gojek. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar