Hukum & Kriminal

Kecanduan Game Online, Bocah Ini Jebol Plafon lalu Curi HP

Malang (beritajatim.com) – Kecanduan game online membuat AS (16) berperilaku suka mencuri. Uang hasil mencuri, biasanya untuk bermain game dan mentraktir rekan sebaya. AS yang tinggal di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang pun kini harus meringkuk dalam tahanan.

AS ditangkap petugas Polsek Tajinan, Kamis (8/8) lalu ketika bermain play station (PS) di wilayah Kecamatan Bululawang. Karena usianya masih di bawah umur, AS kemudian dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang.

“Tersangka AS ini diamankan oleh Polsek Tajinan. Saat ditangkap dia mengakui perbuatan pencurian itu,” ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana, Jumat (9/8/2019).

Kata Iriana, AS ditangkap karena mencuri di rumah Ngateman (74), tetangganya. Aksi pencurian dilakukan pada 4 Agustus 2019 lalu, sekitar pukul 19.00. Jarak rumah tersangka dengan korban hanya terpaut beberapa rumah.

Modus yang dilakukan, tersangka masuk ke dalam rumah dengan menjebol plafon. Tersangka naik ke atap rumah melalui lantai dua rumah korban. Saat kejadian, korban dan keluarganya sedang pergi salat ke Masjid.

Setelah berhasil masuk, AS lantas menuju kamar. Tersangka mengambil HP serta uang Rp 50 ribu yang ada dalam dompet. Begitu barang yang diincar sudah didapat, AS lantas kabur lewat jalan semula.

Korban baru mengetahui rumahnya dibobol maling setelah pulang salat. Melihat ada plafon rumah yang jebol, pemilik rumah lalu melapor ke Polsek Tajinan.

Berdasarkan laporan itulah, polisi lantas menyelidiki dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Petugas langsung mengamankan AS beserta barang bukti HP merek Lenovo A7700.

Pada petugas, AS mengaku kapok mencuri lagi. “Saya mencuri di konter HP itu pada bulan Juli lalu. Pencurian saya lakukan sendirian,” ucap tersangka AS.

Barang hasil pencurian, diakui oleh AS dijual kepada seseorang secara online melalui akun Facebook. Uang hasil penjualan hasil curian, habis digunakan untuk bermain game online serta mentraktir teman-temannya.

“Uangnya saya buat jajan dan bermain game. Karena saya kecanduan bermain game. Termasuk juga untuk mentraktir teman-teman,” terangnya.

Tidak hanya itu, dalam pemeriksaan AS sebelumnya juga pernah mengambil uang milik ayah angkatnya. Uangnya juga habis digunakan untuk foya-foya serta bermain game online.

“Sekarang saya kapok. Tidak akan mencuri lagi,” ucap AS. [yog/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar