Hukum & Kriminal

Kasus Perkosaan terhadap 9 Bocah di Mojokerto

Kebiri Kimia Bisa Pakai 2 Cara: Suntik dan Pil

Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto, Rudy Hartono. Foto: misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto akan meminta bantuan tenaga medis lain terkait sikap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur yang menolak menjalankan kebiri kimia. Terpidana kasus pelecehan dan kekerasan anak, M Aris (20) mendapatkan pidana tambahan kebiri kimia.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto, Rudy Hartono mengatakan, pihaknya akan meminta bantuan rumah sakit untuk melaksanakan kebiri kimia terhadap warga Dusun Mengelo, Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto tersebut.

“Kan yang eksekusi tidak harus dokter. Saya minta tolong ke rumah sakit, ketika dia (dokter) terbentur kode etik IDI, memangnya yang bisa menyuntik hanya dokter. Suster, bidan, tenaga medis yang bukan dokter kan bisa, saya juga bisa nyuntik,” kelakarnya, Senin (26/8/2019).

Masih kata Rudy, eksekusi kebiri kimia bisa dilakukan dengan dua cara sehingga pelaksanaannya tidak harus melibatkan dokter. Namun hingga saat ini, pihaknya belum bisa memastikan waktu eksekusi kebiri kimia terhadap terpidana. Pihaknya masih menunggu petunjuk dari Kejaksaan Agung RI terkait pelaksanaan kebiri kimia.

“Lagian tidak harus media suntik, pakai pil juga bisa. Untuk pelaksanaan menunggu petunjuk Kejagung karena PP belum ada. Di undang-undang (kebiri kimia) sudah ada, petunjuk pelaksanaannya yang belum. Masih panjang waktunya,” jelasnya.

Berdasarkan UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, kebiri kimia bisa dilaksanakan menjelang berakhirnya hukuman penjara narapidana penerima hukuman.

“Kami berharap, adanya kasus ini membuat pemerintah segera membuat dan mengesahkan PP yang mengatur petunjuk teknis pelaksanaan kebiri kimia. Untuk itu kami dorong, semoga dengan kejadian ini akan membuat pemerintah segera merampungkan PP,” pungkasnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar