Hukum & Kriminal

Kebelet Nikah, Pemuda Ini Nekat Rampok Rumah Juragan

MAQ berdiri memakai baju tahanan bersama BS duduk didampingi dua polisi saat gelar perkara di Polres Banyuwangi. (rin)

Banyuwangi (beritajatim.com) – Muhammad Al-Qodiri (25) warga Desa Dadapan, Kecamatan Kabat nekat masuk rumah Sugeng Prayogo (68) dengan cara paksa. Bersama kawannya Bambang Sugito (30), dia memberanikan diri menjebol atap dan plafon rumah yang tidak lain milik mantan majikannya di Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Banyuwangi.

Uniknya, aksi nekat MAQ sebutan dari Muhammad Al Qodiri ini dilatarbelakangi atas kebutuhan mendesak untuk modal menikahi kekasihnya. Dari aksinya mereka berhasil mennggasak uang ratusan juta rupiah beserta sejumlah perhiasan dan kamera milik korban. Namun sayang, belum sempat mewujudkan niatnya menjadi raja semalam, ia keburu diringkus oleh anggota Polres Banyuwangi.

Sebelumnya, aksi yang dilakukan kedua kawanan ini, awalnya berjalan mulus. Mula-mula, keduanya kompak bermain peran untuk melancarkan tindak pencurian di rumah yang sedang kosong tersebut.

Aksi pertama diawali dengan menaiki pagar rumah dengan menggunakan tangga yang sengaja dipersiapkan sebelumnya. Berhasil memasuki halaman rumah, MAQ kemudian merusak CCTV.

Dengan cara yang mirip sama, MAQ kemudian meletakkan tangga ke atap rumah. Berhasil naik, selanjutnya pria yang dimabuk cinta ini memasuki rumah dengan menjebol atap dan plafon yang berada di ruang tamu.

Memastikan kondisi rumah sedang sepi, MAQ mencari tempat berangkas berisi uang. Tak menunggu lama, pemuda yang tampak hafal seluk beluk rumah sontak menguras seluruh isi rumah.

“Setelah menemukan kunci brangkas, kedua tersangka langsung menggasak uang ratusan juta rupiah dan barang berharga korban, seperti perhiasan dan kamera,” Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zenardli, Kamis (8/8/2019).

Ulah mantan anak buahnya itu, baru diketahui oleh korban keesokan harinya dan segera melaporkan kejadian itu ke kepolisian. Berdasarkan laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi kedua tersangka melalui rekaman CCTV yang terpasang di rumah korban.

“Setelah penyidik berhasil mengidentifikasi pelaku kita langsung memburu keduanya. Keseokan harinya, MAQ berhasil kita tangkap di Bali, sementara BS Warga Singolatren, Kecamatan Singojuruh kita tangkap di Banyuwangi,” ujar Taufik.

Dari tangan keduanya, polisi mengamankan barang bukti berupa lima kantong plastik berisi uang senilai lebih dari Rp 255 juta serta sejumlah perhiasan. Tak hanya itu, terdapat pula uang kertas asing, satu unit mobil Agya, dan peralatan yang digunakan untuk membobol rumah korban.

“Jadi tersangka MAQ ini mau menggelar pernikahan dengan pacarnya yang ada di Bali. Hasil perampokan tersebut rencananya digunakan untuk biaya pernikahan. Bahkan, uang hasil perampokan senilai Rp 60 juta sempat ditransfer tersangka ke calon mempelainya dan sudah dibelikan sebuah Handphone yang juga menjadi barang bukti,” ungkapnya.

Sementara itu, MAQ mengaku telah merencanakan aksinya tiga hari sebelumnya. Tak canggung dirinya mengakui pula uang hasil mencurinya akan digunakan untuk menggelar pernikahan dirinya.

“Tiga hari sebelumnya kita rencanakan, kemudian kami membeli tangga. Tangga kami masukkan ke mobil dan masuk ke rumah itu. Uangnya mau buat modal nikah, tapi belum tahu (nikahnya),” ujarnya.

Kini, MAQ harus memupus harapan menikahi kekasihnya. Karena, Ia bersama temannya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka didakwa melanggar pasal 363 ayat 3 dan 5 tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman pidana 7 tahun penjara. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar