Hukum & Kriminal

Narapidana asal Tulungagung Digebuki Massa

Kebacut, Maling Bobol Kamar Takmir Masjid

Kediri (beritajatim.com) – Anggota Polsek Mojoroto mengamankan seorang pria yang digebuki warga. Pria yang diidentifikasi bernama Heru Santoso (48) itu baru saja melakukan pencurian di Masjid Baitul Makmur Jl. KH. Wachid Hasyim Gg. II Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Warga Dusun Kebon Agung RT 006 RW 002 Kelurahan Rejo Agung, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung itu menjadi bulan-bulanan massa. Beruntung petugas segera datang untuk mengamankannya. Bersama pelaku, petugas membawa barang bukti hasil pencurian.

Barang bukti tersebut antara lain, satubuah tas rangsel merk Polo Louis warna Hitam dan satu buah handphone merk Samsung tipe J5 warna Hitam. Kedua barang tersebut milik Ahmaadillah Al Aziz (22) santri Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri yang berasal dari Kelurahan Krenceng, Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri.

Menurut Kasie Humas Polsek Mojoroto, Aiptu Siti Astutik, awalnya korban berada di kamar takmir masjid. Tiba-tiba pelaku masuk ke kamar seorang diri. Dia langsung mengambil barang korban. Mengetahui barangnya dicuri, korban kemudian menegur pelaku.

Merasa aksinya diketahui korban, pelaku berpura-pura mencari peci. Korban kemudian menanyai pelaku tujuannya masuk ke dalam kamar. Namun, pelaku tetap menjawab tengah mencari peci miliknya. Kejadian itu diketahui oleh takmir masjid dan warga sekitar.

Para saksi kemudian bertanya kepada pelaku. Namun, jawabannya berbeda. Merasa geram dengan ulah pelaku, akhirnya warga menggebuki pelaku. Hingga akhirnya anggota Polsek Mojoroto datang untuk mengamankan pelaku.

“Kami telah mengamankan pelaku yang diduga melakukan tindak pidana pencurian barang di kamar takmir Masjid Baitul Makmur. Perbuatan pelaku dapat diancam dengan pasal 363 KUHP Jo pasal 53 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,” kata Aiptu Siti Astutik, Sabtu (16/3/2019).

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan anggota Polsek Mojoroto, pelaku merupakan seorang narapidana. Dia pernah mendekam di Lembaga Permasyarakan Kabupaten Trenggalek. Terpidana dibebaskan karena mendapat SK Cuti Bersyarat, pada 12 Desember 2018 nomor : PAS-899.PK.01.04.06 tahun 2018.Dia juga melakukan aksi serupa yaitu, kasus pencurian sebagaimana pasal 363 KUHP.

Pelaku mendapatkan Surat Putusan Pengadilan Negeri Trenggalek nomor : 108/Pid.B/2018/PN.Trk tanggal 19 September 2018. Tetapi, kini melakukan aksi kejahatan yang sama. [nng/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar