Hukum & Kriminal

Kaya dalam Lapas Berkat Kendalikan Narkoba, Polisi Akan Memiskinkannya

Petugas saat lakukan gelar perkara dalam kasus penyalahgunaan narkotika di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (29/4/2020). (Humas)

Surabaya (beritajatim.com) – Kasus peredaran narkoba di wilayah hukum Mapolrestabes Surabaya kerap dikendalikan oleh orang di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas). Beberapa kasus peredaran yang ada yakni terungkapnya 20 kg sabu awal 2020 lalu, terungkapnya 7 kg sabu di kawasan Bandara Juanda saat pengiriman dan terakhir terungkapnya sabu 11,20 kg di April 2020 ini.
Kasat narkoba AKBP Memo Ardian menjelaskan, hampir semua kasus narkoba jumlah besar selalu dikendalikan dalam lapas. Seperti kasus penangkapan tangan kanan gembong narkoba yang ditembak mati pada Maret 2020 lalu. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan tindakan tegas dengan memiskinkan gembong dan kurir narkoba yang sudah kaya ini.

“Kita akan miskinkan dengan melakukan pengungkapan kasus pencucian uang atau TPPU. Sebab hasil narkoba yang dijual selalu digunakan untuk membeli barang berharga dan barang mewah. Maka dari itu kita bekerjasama dengan kejaksaan untuk menerapkan dua pasal, yakni pasal penyalahgunaan narkotika dan TPPU tersebut,” tegasnya.

Lebih lanjut Kasat Narkoba menjelaskan, dalam pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba yang ada selama April 2020, petugas mengamankan 11,20 kg sabu, 24 ribu pil LL, 5 gram ganja, serta 7 ribu pil extasi dan 280 pil happy five. Dari total barang bukti tersebut, polisi mencatat ada 24 kasus pernyalahgunaan obat haram. Sedangkan untuk jumlah pelaku, tercatat ada 31 pelaku yang berhasil diamankan.

“Kasus yang ada merupakan beberapa jaringan termasuk salah satunya adalah jaringan lapas di Pulau Madura. Kami sudah koordinasikan supaya dilakukan pendalaman terkait pelaku ini. Nanti saat proses penerapan pasal TPPU masuk dalam tahap penyelidikan akan kami berikan informasi lebih lanjut,” tandas Memo. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar