Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Kasus Puput Tantri, KPK Periksa Anggota DPR Fraksi Nasdem

Gedung KPK.

Jakarta (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem Moh. Haerul Amri dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari (PTS) dan suaminya Hasan Aminuddin (HA). Haerul Amri baru dilantik sebagai anggota DPR pada 18 Februari 2022 lalu menggantikan Hasan Aminuddin.

“Moh. Haerul Amri Anggota Fraksi Nasdem DPR RI hari ini dipanggil dalam penyidikan tindak pidana korupsi terkait seleksi jabatan dilingkungan pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun 2021, TPPU dan Gratifikasi untuk tersangka PTS dkk,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (24/3/2022).

Ali tidak menjelaskan kaitan Haerul dalam kasus ini. Ali hanya menyebut, selain Haerul, penyidik juga memanggil Heri Mulyadi (PNS), Agus Salim Pangestu (Karyawan Swasta), Nurhayati (Wiraswasta), Ajeng Nur Hanifah (Staf Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang), dan Meliana Ditasari. “Semua diperiksa sebagai saksi,” ujarnya.

Sebelumnya, KPK juga pernah memeriksa Sekretaris Daerah Pemda Kab. Probolinggo Soeparwiyono, anggota DPRD Kab Probolinggo F Nasdem Sugito, Doddy Nur Baskoro (Kepala Dinas Tenaga Kerja Kab. Probolinggo), Sugeng Wiyanto (Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, Dan Kebudayaan Kab. Probolinggo), Hudan Syarifuddin (Kepala Badan Kepegawaian Kabupaten Probolinggo), Dedy Isfandi (Kepala Dinas Perikanan Pemda Kab. Probolinggo), Mariono (Sekretaris Dinas Perpustakaan Kabupaten Probolinggo), dan Hapsoro Widyonondo Sigid (Notaris).

Seperti diketahui, sebelumnya Puput dan Hasan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan dilingkungan pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun 2021. Mereka bersama DK (Doddy Kurniawan) dan MR (Muhamad Ridwan) menjadi tersangka penerima suap.

Adapun tersangka pemberi yang merupakan ASN Pemerintah Kabupaten Probolinggo adalah SO (Sumarto) AW (Ali Wafa), MW (Mawardi), MU (Mashudi), MI (Maliha), MB (Mohammad Bambang), MH (Masruhen), AW (Abdul Wafi), KO (Kho’im), AS (Ahkmad Saifullah), JL (Jaelani), UR (Uhar), NH (Nurul Hadi), NUH (Nuruh Huda), HS (Hasan), SR (Sahir), SO (Sugito), dan SD (Samsuddin). Kini mereka sudah ditahan di berbagai rumah tahanan di Jakarta. [hen/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar