Hukum & Kriminal

Kasus Pencurian Pecah Kaca Mobil di Ponorogo, Polisi Kumpulkan Rekaman CCTV

Polisi melakukan olah TKP di kasus pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil, pada Selasa (11/8) kemarin. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Ponorogo terus melakukan penyelidikan terkait pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil. Salah satunya dengan meminta keterangan dari Siswoko, korban pencurian yang kehilangan uang sebanyak Rp 170 juta. Selain itu juga memeriksa beberapa saksi yang saat kejadian berada disekitar tempat kejadian perkara (TKP).

“Diperkirakan pelaku pencurian ini lebih dari satu orang,” kata Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Hendi Septiadi, Rabu (12/8/2020)

Hendi meyakini bahwa korban ini sudah dibuntuti sejak awal hingga di TKP. Selain itu pelaku juga beraksi secara matang, menunggu korban lengah yang masuk ke rumah makan. “Korban di dalam rumah makan itu 10 menit, hingga pencurian itu terjadi,” katanya.

Korban menyimpan uang ratusan juta rupiah itu di tas kresek dan ditaruh di jok depan mobil. Setelah memecah kaca mobil itu, pelaku dengan cepat mengambil tas kresek yang berwarna hitam tersebut. Sebenarnya, kata Hendi, sempat ada yang berupaya mengejar, namun pelaku langsung naik sepeda motor dan kabur, sehingga tidak terkejar.

“Usai mendapatkan tas kresek berisi uang itu, pelaku langsung dibonceng pelaku lain dengan sepeda motor dan kabur. Sempat dikejar namun tak sampai,” katanya.

Selain memeriksa korban dan saksi-saksi, ada petunjuk lain yang didapatkan oleh polisi. Yakni dari rekaman closed circuit television (CCTV) di sekitar TKP. Hendi menyebut rekaman itu masih didalami untuk identifikasi awal.

Hendi belum dapat memastikan adakah keterkaitan pelaku dengan orang yang mengecoh tukang parkir di rumah makan tersebut. Pasalnya saat kejadian, tukang parkir di lokasi sempat dimintai tolong orang yang tidak dikenal untuk mendorong mobil di sisi timur dari rumah makan.

“Yang jelas eksekusi dilakukan dua orang. Terkait tukang parkir yang dimintai orang tidak dikenal untuk mendorong mobil sebagi pengecohan, ini masih kami dalami,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar