Hukum & Kriminal

Kasus OTT Dispendukcapil Segera Diadili di Pengadilan Tipikor

Jember (beritajatim.com) – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jember Sri Wahyuniati dan aktivis LSM No Eks Birokrasi Abdul Kadar segera disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Surabaya, Jawa Timur.

Berkas perkara sudah dilimpahkan Kejaksaan Negeri Jember ke Pengadilan Tipikor, Senin (4/3/2019). “Setelah dilakukan koreksi berjenjang dan berdasarkan hasil ekspos tim jaksa penuntut umum berkesimpulan dakwaan sudah layak dan dijadikan dasar melakukan pelimpahan,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jember Herdian Rahardi.

Berkas diantarkan jaksa penuntut umum ke Surabaya kemarin. “Persidangannya tujuh hari ke depan,” kata Herdian.

Polisi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di kantor Dispendukcapil Jember, Rabu (31/10/2018) malam. Dari penyelidikan, terungkap bahwa jika warga ingin adminduk lekas kelar, ada biaya tambahan tak resmi: Rp 100 ribu untuk pengurusan KTP elektronik, Rp 100 ribu untuk pengurusan kartu keluarga (KK), Rp 100 ribu untuk akta kelahiran, dan Rp 25 ribu untuk pengurusan Kartu Identitas Anak.

Dakwaan untuk Sri Wahyuniati adalah pasal 11 dan 12, dan untuk Kadar adalah pasal 5 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukuman untuk pasal 11 minimal setahun penjara, untuk pasal 12, ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar