Hukum & Kriminal

Kasus Narkoba di Pamekasan Meningkat

Pamekasan (beritajatim.com) – Kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Pamekasan, relatif lebih tinggi dibandingkan jenis kasus lain. Khususnya pada awal 2020, yakni sejak Januari hingga pekan pertama Maret 2020.

Bahkan dalam kurun waktu tersebut, total tercatat sebanyak 38 tersangka kasus penyalahgunaan narkoba ditangkap jajaran Satreskoba Polres Pamekasan. Meliputi sebanyak 14 tersangka pada edisi Januari 2020, serta sebanyak 24 tersangka hingga pekan pertama Maret 2020, yakni Sabtu (7/3/2020) lalu.

“Dalam sebulan terakhir, kita mengungkap empat kasus dengan total tersangka sebanyak 29 orang. 24 tersangka di antaranya merupakan tersangka kasus penyalahgunaan narkoba, terdiri dari 10 tersangka sebagai pengguna dan 14 tersangka lainnya pengedar,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari, Senin (9/3/2020) kemarin.

Dari jumlah tersebut, kasus penyalahgunaan narkoba relatif lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya mencapai angka sebanyak 14 tersangka. “Jadi saat ini total tersangka kasus penyalahgunaan narkoba selama Februari hingga 7 Maret 2020, yakni sebanyak 24 tersangka,” ungkapnya.

“Jadi dalam kurun waktu sebulan terakhir, terhitung sejak Selasa (4/2/2020) hingga Jum’at (6/3/2020) kemarin. Dari total sebanyak 12 kasus narkoba ini, kita berhasil mengamankan sabu seberat 28,85 gram, serta delapan butir Pil Y,” jelasnya.

Sedangkan jenis kasus lainnya terdiri dari tiga kasus berbeda, meliputi kasus curat, curanmor serta kasus pengadaan. “Total tersangka dari tiga kasus ini sebanyak lima orang, terdiri dari dua tersangka kasus curat, satu tersangka curanmor, serta dua tersangka penadahan,” imbuhnya.

“Untuk kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu maupun kasus Pil Y, ancaman hukuman penjara minimal lima tahun sampai dengan seumur hidup. Sementara untuk tiga kasus lainnya variatif, mulai dari ancaman hukuman empat tahun hingga tujuh tahun,” pungkasnya. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar