Hukum & Kriminal

Kasus Memiles: Jaksa Resmi Kasasi, Korban Bakal Gugat PKPU PT Kam and Kam

Surabaya (beritajatim.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur resmi menyatakan kasasi atas vonis bebas yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada Direktur PT Kam and Kam, Kamal Tarachand alias Sanjay.

Pernyataan itu disampaikan Kasi Penkum Kejati Jatim Anggara Suryanagara. Dijelaskan dia, untuk terdakwa Kamal, tim JPU telah mengajukan upaya hukum kasasi pada tanggal 06 oktober 2020. “Untuk yang lainnya ditunggu saja perkembangannya,” ujarnya, Rabu (14/10/2020).

Upaya hukum kasasi yang ditempuh JPU ini disambut baik oleh David Oktarevia selaku ketua aliansi korban aplikasi memiles ini. Menurutnya langkah yang ditempuh JPU ini bisa menghasilkan putusan yang lebih baik bagi para korban.

Terkait adanya sebagian orang yang merasa tidak dirugikan oleh bisnis yang dikelola Terdakwa, David menilai bahwa itu hak mereka. Namun, dia juga berharap tidak ikut campur dengan pihak yang merasa dirugikan.

“Kalau merasa tidak dirugikan trus ngapain mempermasalahkan kami yang dirugikan? Kalau merasa dirugikan ya duduk manis di rumah,” ujar David.

Menurur David, member memiles ini sekitar ratusan ribu, yang berteriak tidak dirugikan sekitar ratusan saja sementara ribuan orang lainnya dirugikan dengan nilai top up sekitar
Rp 35 miliar.

Menurut David, saat ini para korban aplikasi Memiles ini akan melaporkan kasus ini ke mabes polri dan juga akan menempuh gugatan PKPU untuk meminta uang top up dikembalikan.

“Saya cuma mengingatkan kalau ada pihak yang merasa tidak dirugikan, itu hak mereka. Cuma jangan terlalu kepo pada pihak yang merasa dirugikan,” ujarnya.

Bagi mereka yang dirugikan kata David ada dua kemungkinan yakni mereka yang top up awal-awal dan sudah mendapat reward dan juga mereka yang top up dalam jumlah kecil.

Awalnya kata David, pihaknya memang tidak melaporkan kasus ini karena meyakini bahwa PT Kam and Kam mendapat keuntungan triliunan dari google sehingga pihaknya mempercayai bahwa tidak ada money game disini.

“Ternyata keuntungan dari google tidak ada dan itu ada di fakta persidangan saat Terdakwa sendiri yang menjawab pertanyaan hakim bahwa tidak ada pendapatan dari google,” ujarnya.

David berkesimpulan bahwa, pendepatan PT Kam And Kam juga dari perputaran uang member yang melakukan top up. “ Jadi itu namanya gali lubang tutup lubang,” imbuhnya.

Terpisah Erni Simamora selaku kuasa hukum korban memiles menyambut baik upaya hukum yang diajukan pihak JPU. Pihaknya saat ini juga mempersiapkan gugatan Wan Prestasi karena jumlah top up dari kliennya juga tidak sedikit. Dan kliennya juga berharap agar uang klienya dikembalikan.

“Kalau uang yang dipakai top up itu digunakan untuk bisnis keuntungannya sudah berapa banyak? Kalau pada akhirnya belum mendapatkan hak ya kita akan tempuh jalur perdata,” ujarnya.

Sementara itu M. Muzzayin selaku kuasa hukum Terdakwa Sanjay menyatakan pihaknya siap melawan kasasi yang diajukan JPU.

Terkait adanya member yang merasa dirugikan oleh PT Kam And Kam, Muzzayin menyebut bahwa hal itu hanyalah kesalahpahaman sebab istilah top up yang mereka berikan adalah untuk membeli slot iklan dan mereka sudah mendapatkan jatah slot iklan tersebut.

“Kalau terkait reward itu masalah ketentuan dan syaratnya yang diatur oleh PT Kam And Kam. Ketentuannya bahwa harus memenuhi omset nasional. Sepanjang yang sudah terpenuhi sudah dibayarkan. Namun apabila ada yang belum menerima reward ya mohon bersabar karena asetnya PT Kam And Kam sampai saat ini juga masih disita oleh aparat penegak hukum,” ujarnya. [uci/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar