Hukum & Kriminal

Kasus Limbah B3 di Mojokerto Masuk Tahap Gelar Perkara

Lokasi pembuangan limbah B3. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto akan melakukan gelar perkara terkait kasus dumping limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dibuang di bekas galian Dusun Kecapangan, Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Tim penyidik sudah memeriksa sedikitnya 21 saksi dalam kasus ini.

Diantaranya tiga manajemen perusahaan penghasil dan transporter limbah B3. Yakni PT Adiprima Suraprinta (Perusahaan penghasil limbah B3), Tenang Jaya Sejahtera (Transporter) dan PT Triguna Pratama Abadi (Pengelola Limbah). Termasuk tiga sopir dump truk, empat orang masyarakat setempat dan pemilik lahan di area bekas galian C tersebut.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Prima mengatakan, hingga saat ini tim penyidik sudah memeriksa 21 saksi. “Gelar perkara ini dilakukan untuk meneliti dan mencocokkan barang bukti bisa jadi tersangka atau ada yang harus dilengkapi lagi,” ungkapnya, Rabu (8/1/2020).

Masih kata Kasat, pihaknya juga sudah memeriksa saksi ZA yang merupakan pemilik lahan bekas galian C yang dipakai sebagai tempat untuk membuang limbah B3 jenis sludge paper. Dari keterangan sejumlah saksi disimpulkan jika pemilik lahan diduga menerima dumping limbah B3 secara ilegal.

“Pemilik lahan menerima limbah B3, ini yang kita gelar perkara besok. Sesuai keterangan saksi, limbah B3 jenis sludge paper itu berasal dari pabrik kertas PT Suraprinta di Sumengko, Gresik. Limbah tersebut diambil oleh transporter PT Tenang Jaya Sejahtera asal Karawang Jawa Barat yang diangkut menggunakan tiga dump truk,” katanya.

Limbah tersebut, jelas Kasat, kemudian dialihkan ke rekanan perusahaan pengelolaan limbah yang seharusnya dikelola oleh PT Triguna Pratama Abadi di Mojokerto. Kasat menjelaskan, PT Triguna Pratama Abadi ada hubungan kerjasama dengan PT Tenang Jaya yang mengelola limbah B3 tersebut.

“Ini sesuai keterangan pihak manjemen. Kita juga berkerjasama dengan DLH Kabupaten Mojokerto dan secara resmi menetapkan jika barang bukti berupa timbunan limbahdi lokasi dumping adalah limbah B3 jenis sludge paper. Untuk barang bukti limbah B3 dititipkan ke perusahaan pengelolaan limbah karena harus segera dimusnahkan,” jelasnya.

Sebelumnya, tiga buah dump truk diamankan Polres Mojokerto. Diduga ketiga dump truk tersebut digunakan untuk membuang limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Dusun Kecapangan, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto berupa bubuk kertas atau slug.

Ketiga dump truk yang diamankan tersebut bernomor polisi T 9750 DA, T 9772 DC dan T 9602 DB. Ketiganya diparkir di depan Mapolres Mojokerto guna penyelidikan lebih lanjut, sementara ketiga sopir dump truk diperiksa dalam kasus tersebut. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar