Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Kasus Investasi Bodong, Polres Tuban Sita Barang Milik IR

IR (22), ibu muda yang menjadi tersangka kasus invetasi bodong dengan korban ratusan orang saat diamankan di Polres Tuban.[Foto: M Muthohar]

Tuban (beritajatim.com) – Petugas kepolisian dari jajaran Sat Reskrim Polres Tuban masih terus melakukan pengembangan dalam penyelidikan kasus investasi bodong. Tersangka kasus ini adalah IR (22), seorang ibu muda warga Kelurahan Sendangharjo, Kota Tuban.

Sampai sejuah ini, pihak penyidik dari Polres Tuban baru mengamankan sejumlah barang bukti dari kasus investasi bodong dengan tersangka IR itu. Sedangkan kerugian dalam kasus tersebut yang sudah tercatat sebesar Rp 4.036.775.000 dari puluhan korban yang sudah melapor.

Kapolres Tuban, AKBP Darman dalam pelaksanaan konferensi pers kasus investasi bodong itu menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami aset pelaku. Saat ini yang sudah diamankan ada tiga aset yang diduga dibeli IR dengan menggunakan uang hasil penipuannya tersebut.

“Ini adalah pelaku investasi bodong yang kedua di Tuban yang sudah ditetapkan tersangka. Ada tiga aset yang kita amankan untuk sementara ini sebagai barang bukti,” jelas AKBP Darman, Kapolres Tuban saat melakukan pers release, Rabu (2/2/2022).

Diantara barang-barang milik tersangka IR yang sudah berhasil diamankan oleh petugas adalah sebuah HP mewah Iphone 13 Pro Max, sepeda motor, serta kulkas mewah. Selain itu barang bukti lain yang sudah diamankan adalah kartu ATM berbagai bank, serta bukti-bukti transfer dari semua korban puluhan orang yang sudah melapor.

“Kalau rumah tersangka dan aset yang lain masih kita telusuri, kita identifikasi apakah ada kaitanya dengan kasus ini atau tidak. Kalau ada kaitannya pasti kita sita,” tegasnya.

Kapolres Tuban bersama dengan Kasat Reskrim Polres Tuban saat melakukan konfrensi pers terkait kasus penipuan invetasi bodong di Tuban.[foto : M Muthohar]
Sementara itu, IR telah ditangkap oleh petugas Sat Reskrim Polres Tuban pada tanggal 29 Januari 2022 lalu dan langsung ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus investasi bodong itu. Modusnya, pelaku mencari para korban untuk berinvestasi dengan janji profit atau keuntungan sebesar 40 persen sampai 50 persen.

“Saya minta para korban yang belum melapor silahkan melapor, nanti akan tahu perkembangan kerugiannya bertambah atau tidak,” pungkasnya. [mut/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar