Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Kasus Ilegal Logging di Hutan Sukorejo, 3 Pelaku Masih Buron

Ada 7 gelondong kayu Sono yang dicuri dari hutan lindung di Kecamatan Sukorejo Ponorogo. (Foto/Dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Ponorogo melakukan pengembangan dalam kasus ilegal logging di hutan lindung Kecamatan Sukorejo Ponorogo. Dari keterangan dua pelaku yang sudah ditangkap, yakni inisial S (35) dan P (36), ternyata bukan mereka saja yang melakukan pencurian kayo Sono di hutan. Masih ada beberapa orang yang terlibat di dalamnya.

“Informasi pelakunya ada 5 orang. Dua orang sudah berhasil kita amankan, sementara sisanya masih buron,” kata Kanit Pidana Umum (Pidum) Polres Ponorogo Ipda Guling Sunaka, Kamis (19/5/2022).

Guling menyebutkan bahwa pihaknya sudah mengantongi indentitas ketiga pelaku yang masih buron. Mereka sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) Polres Ponorogo. “Saat ini petugas masih melakukan pengejaran,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Ponorogo berhasil mengungkap dugaan tindak pidana ilegal logging yang terjadi di hutan lindung Kecamatan Sukorejo Ponorogo. Dari kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan dua pelaku. Dua pelaku yang berinisial S (35) dan P (36), diringkus polisi saat keluar dari hutan lindung tersebut.

Terungkapnya kasus ilegal logging ini, berawal dari informasi dari masyarakat. Bahwasanya ada sekelompok orang yang mengangkut kayu dari hutan. Dari informasi itu, petugas kepolisian langsung bertindak untuk melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, berhasil mengamankan dua pelaku yang sedang mengangkut beberapa gelondong kayu, jenis Sono, yang berada di wilayah Kecamatan Sukorejo. “Dua pelaku ini langsung kita bawa ke Polres Ponorogo, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Guling.

Dari tangan kedua pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tujuh gelondong kayu jenis Sono. Kayu-kayu gelondongan itu berdiameter sekitar 50 hingga 70 centimeter. Selain barang bukti kayu jenis Sono, pihak berwajib juga menyita mobil pick up bernomor polisi AD 1858 RS, yang digunakan kedua pelaku untuk mengangkut kayu curiannya. “Ada 7 kayu jenis Sono dan satu unit mobil pick up yang digunakan para pelaku untuk mengangkut kayu tersebut,” katanya.

Kedua pelaku yang merupakan warga Kabupaten Madiun itu mengaku melakukan tindak pidana pencucian kayu itu, baru pertama kalinya. Mereka beraksi pada malam hari, supaya tidak dicurigai oleh masyarakat. Rencananya, setelah berhasil keluar dari hutan, kayu-kayu itu terus dijual. Namun sayang, belum sampai menikmati hasil curiannya itu, dua pelaku keburu diamankan oleh polisi. “Dua pelaku dijerat dengan pasal 83-85 Undang-undang nomor 18 tahun 2013, dengan ancaman kurungan penjara maksimal 5 tahun,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar