Hukum & Kriminal

Kasus Dugaan Korupsi BUMD Bangkalan Jalan di Tempat

Kasi Intel Kejari Bangkalan, Putu Arya Wibisana

Bangkalan (beritajatim.com) – Kasus dugaan tindak pidana korupsi di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang saat ini ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan, belum ada perkembangan dan tidak ada tersangka.

Kepala Seksi Intelijen Kejari setempat, Putu Arya Wibisana mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap dugaan kasus korupsi tersebut. “Masih dalam pengembangan dan saksi terus kami periksa. Untuk saksi masih tetap 20 orang yang sudah kami panggil,” ujarnya, Selasa (6/7/2021).

 

Ia mengatakan, belum adanya pemanggilan disebabkan keterbatasan tatap muka akibat kenaikan kasus positif Covid-19 di Bangkalan. Selain itu, beberapa staf Kejari sedang melakukan pemulihan kesehatan akibat Covid-19.

“Staf kita juga ada yang kena, jadi tatap muka kami batasi sehingga belum melakukan pemanggilan lagi,” ungkapnya.

Diketahui, BUMD Bangkalan diduga terlibat korupsi pada penyertaan modal pada PT Tanduk Majeng yang bergerak di bidang properti. Ia mengatakan, dugaan tersebut diperuntukkan pembangunan komplek perumahan di sekitar kecamatan Arosbaya. Diduga, dana sebanyak Rp 15 Miliar disalahgunakan dalam penyertaan modal tersebut.

Saat ini BUMD Bangkalan telah melakukan perombakan seluruh struktural. Namun, Kejari mengaku akan tetap melakukan pemeriksaan secara profesional meski seluruh pejabat di dalam BUMD telah dinonaktifkan.

“Kami akan tetap lakukan penyidikan pada orang-orang yang menjabat pada tahun kasus tersebut terjadi, sehingga perombakan di tubuh BUMD tidak akan mempengaruhi pemeriksaan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron mengaku perombakan dilakukan sebagai ikhtiar Pemkab Bangkalan agar tata kelola instansi lebih sehat. “Ini bentuk ikhtiar kami agar BUMD bisa sehat, untuk kasus dugaan korupsi kami serahkan sepenuhnya pada pihak yang berwenang,” tandasnya. [sar/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar