Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Kasus Curanmor oleh Mantan Anggota Polisi, Sempat Dijual Lalu Ditebus

Tersangka Rico Hardian saat mengeksekusi motor Honda Beat L 4924 VT milik Sri Wahyuni

Surabaya (beritajatim.com) – Angga Febrianto (33), mantan polisi yang menjadi otak pencurian motor di rumah kost, Jl Prapanca, Surabaya sempat menjual hasil curiannya yakni Honda Beat L 4924 VT warna merah putih ke penadah di Madura.

Dalam melakukan kejahatannya, Angga diduga sudah mengantongi kunci motor beserta Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sejak dua minggu sebelum motor tersebut dicuri, yakni pada 16 Agustus 2021 petang.

Hal tersebut disampaikan oleh Sri Wahyuni selaku pemilik motor. Ia mengaku kehilangan kunci motor beserta STNK yang dijadikan satu di kosnya.

“Dua minggu sebelum kehilangan motor, saya kehilangan kontak. Sudah saya tanyakan ke teman-teman, tapi tak ada yang menemukan. Padahal saya yakin hilangnya di sekitaran kamar kos,” ujar Sri saat dikonfirmasi beritajatim.com, Kamis (19/8/2021).

Sri yang waspada karena kontak motornya hilang, lalu menggunakan kunci cakram agar motornya aman. Sayang, pada waktu kejadian pencurian ia lupa mengunci. “Hari pencurian itu, saya lupa mengunci cakram,” imbuhnya.

Aksi Angga beserta rekannya sempat terekam CCTV di rumah kos tersebut. Dalam aksinya terlihat Angga berada di lantai dua untuk memantau keadaan di dalam kos. Lalu, rekannya Rico Hardian (26) datang dan mengeksekusi motor tersebut.

Hasil penyelidikan, Kanit Reskrim Polsek Sawahan Iptu Ristitanto mengatakan bahwa petugas mendapati motor yang dicuri dijual ke penadah. kemudian meminta petugas meminta pelaku untuk menyerahkan motor yang sempat dijual ke penadah di Madura itu.

“Setelah beraksi, keduanya bertemu di jembatan Suramadu, kemudian menjual kepada penadah. Saat itu kami meminta kepada pelaku untuk segera menyerahkan unit yang dicuri,” ujar Risti.

pelaku Angga Febrianto dan Rico Hardian, kembali ke Madura untuk menebus motor yang sempat dijual tersebut. “Mereka sendiri yang menebus ke penadahnya, saat akan diserahkan, RC melarikan diri, lalu kami amankan AF dan barang buktinya,” ungkap Risti.

Hasil dari pengejaran tersebut, petugas dapat mengamankan Rico Hardian di rumah temannya di Jl Simo Gunung Timur. Sayangnya, kedua pelaku hingga saat ini masih tutup mulut dan belum membuka identitas penadah itu. “Kedua pelaku masih sayang sama penadahnya, sampai saat ini mereka masih bungkam,” pungkasnya. [ang/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar