Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Kasus Balon Udara Sampung Ponorogo, Ada Potensi Tersangka Baru

Jajaran Polres Ponorogo saat menunjukkan barang bukti kasus percobaan penerbangan balon udara di Sampung beberapa waktu yang lalu. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Polres Ponorogo sudah menetapkan dua tersangka terkait dengan kasus balon udara Sampung.

Kedua tersangka ini masih dalam satu keluarga, yakni antara bapak (inisial J) dan anak (inisial AA). Meski sudah ada tersangka, Satreskrim Polres Ponorogo masih terus melakukan pendalaman dalam kasus tersebut.

Bukan tidak mungkin, tersangka tidak hanya bapak-anak ini. Potensi adanya tersangka baru masih bisa saja terjadi.

“Terkait kasus balon udara di Sampung ini, kami masih melakukan pendalaman,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Jeifson Sitorus, Senin (9/5/2022).

Untuk sementara ini, kata Jeifson, pihaknya melakukan penindakan terhadap kepemilikan dari bahan peledak atau petasan. Dari hasil proses penyidikan, polisi menemukan alat bukti untuk menetapkan dua tersangka atas kepemilikan bahan peledak tersebut. Yakni AA (19) dan J (42).

“Dari keterangan tersangka AA, baru kali ini dirinya membuat balon udara dan petasan,” katanya.

Sementara untuk penerbangan balon udara setinggi 15 meter yang berhasil digagalkan oleh petugas kepolisian, Jeifson sangat yakin masih banyak pihak-pihak yang terkait.

Oleh karena itu, potensi adanya tersangka baru itu, terkait tindak pidana penerbangan balon udara secara liar dan tanpa awak. Untuk masalah tindak pidana menerbangkan balon udara ini, Polres Ponorogo masih melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan.

“Jadi ada dua tindak pidana, yakni menguasai bahan peledak dan percobaan penerbangan balon udara tanpa awak. Untuk tindak pidana percobaan penerbangan balon udara ini, kewenangan dari Kementerian Perhubungan. Kami masih melakukan koordinasi,” pungkas mantan Kasat Reskrim Polres Kota Batu tersebut.

Untuk diketahui, pada hari Sabtu (7/5) lalu, Polres Ponorogo berhasil menggagalkan percobaan penerbangan balon udara tanpa awak di Dusun Tamansari Desa Carangrejo Kecamatan Sampung Ponorogo.

Selain mengamankan balon udara, petugas juga berhasil mengamankan puluhan petasan. Ya, petasan itu rencananya bakal ikut diterbangkan dengan balon udara tersebut. Sehingga puluhan petasan itu bisa meledak di udara.

Dari kasus tersebut, akhirnya Polres Ponorogo menetapkan dua tersangka. Yakni berinisial AA (19) dan J (42). Kedua laki-laki tersebut merupakan warga Dusun Tamansari Desa Carangrejo Kecamatan Sampung.

Mereka dijerat dengan pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 Jo Pasal 65 KUHP Jo Pasal 53 KUHP Jo Pasal 55 KUHP tentang kepemilikan bahan peledak. Dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup atau hukuman pidana penjara 20 tahun. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar