Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Kasus Balon Udara dan Petasan di Ponorogo, Pemilik Bahan Peledak Jadi Tersangka

Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 172 balon udara tanpa awak dan 3.474 petasan berhasil diamankan oleh jajaran Polres Ponorogo. Jumlah tersebut merupakan hasil operasi atau razia selama lebaran Idul Fitri. Diketahui, menerbangkan balon udara tanpa awak ini memang sudah menjadi tradisi sebagian masyarakat di bumi reyog.

“Menerbangkan balon udara menggangu masyarakat, efek mudhorotnya lebih banyak. Tradisi kalau melanggar undang-undang atau hukum, maka ya harus kita tegakkan hukum yang ada,” kata Kapolres Ponorogo AKBP. Muchammad Nur Azis, Kamis (20/5/2021).

Azis mengungkapkan mungkin tahun-tahun sebelumnya kasus seperti ini belum diselesaikan secara hukum. Namun, untuk menimbulkan efek jera kepada masyarakat, pihaknya akan menyelesaikannya secara hukum yang berlaku.

“Yang sudah dilakukan penyelidikan, kita tingkatkan ke penyidikan,” katanya.

Dari kasus ini, Azis menyebut yang dijadikan tersangka, utamanya yang berkaitan dengan kepemilikan bahan peledak atau petasan. Saat ini, polisi sudah mengamankan 8 orang. Dimana 3 diantaranya masih dibawah umur. Meski dibawah umur, Azis menyebut akan tetap diproses. Polres Ponorogo nantinya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Beberapa pelaku masih dibawah umur, nanti akan kita koordinasi denganĀ  pengadilan dan kejaksaan. Keputusan ya nanti dipersidangan. Kita proses hukum yang ada,” katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951. Yakni tindak pidana barang siapa yang tanpa hak menerima, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan sesuatu bahan peledak. Apabila pelaku masih anak berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dihukum dengan penjara selama lamanya 10 tahun.

“Apabila pelaku sudah dewasa diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara setinggi- tingginya dua puluh tahun,” pungkasnya. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar