Hukum & Kriminal

Karyawan Universitas Brawijaya Malang Tipu Pengusaha asal Surabaya Ratusan Juta

Sitas rsit
Universitas Brawijaya Malang.

Malang(beritajatum.com) – Mochammad Ishariadi (44) bos dari CV Fanizah yang berkantor di Surabaya, melaporkan karyawan Universitas Brawijaya Malang, Muchammad Rikhi Toufan yang saat itu menjabat sebagai staf BMN (Badan Milik Negara) pengadaan UB. Rikhi dilaporkan ke Polresta Malang Kota pada 24 Januari 2020 karena melanggar beberapa kali kesepakatan perdamaian.

“Jadi saya ditawari proyek pembangunan konstruksi landasan kantor dan pengadaan. Nah, dia (Rikhi) bilang pengerjaan sudah 80 persen dan kurang modal Rp243 juta. Yang Rp 100 juta saya kirim via BCA, Rp 40 juta via Bank Mandiri dan sisanya Rp 100 juta cek Bank Jatim dan Rp 3 juta setelahnya jadi total Ro243 juta saya berikan,” kata Ishariadi, Jumat, (28/8/2020).

Ishariadi mengatakan, penipuan ini menggunakan modus proyek pengadaan dan konstruksi. Dia dijanjikan mendapat proyek pembangunan kantor di dalam kawasan UB pada Oktober 2019 lalu. Rinciannya, pengerjaan konstruksi bernilai sekitar Rp170 juta dan pengadaan barang sekitar Rp191 juta. Namun, karena proyek sudah 80 persen, Ishariadi hanya diminta Rp243 juta

Mochammad Ishariadi (44) bos dari CV Fanizah.

“Kemudian saya ke UB bawa berkas ditolak saya kaget kok bukan CV saya. Terus saya minta penjelasan ke Kasubbag pengadaan UB, Siti Marpuah, tapi orangnya tidak ada. Sampai situ saya sadar baru kena tipu. Rikhi ini bukan PNS dia BLU dia punya sertifikasi pengadaan, saya berani kirim uang karena infonya sudah sepengetahuan bu Kasubag,” papar Ishariadi.

Setelah sadar tertipu, akhirnya Ishariadi mencari Rikhi hingga ke rumahnya. Setelah bertemu Rikhi bahwa uangnya dia pakai untuk gali lubang tutup lubang atau membayar hutang. Lantas kedua belah pihak membuat surat pernyataan pada 17 Desember dan disepakati uang Rp243 juta dikembalikan pada 19 Desember. Namun, kesepakatan itu diingkari Rikhi.

Mereka kemudian membuat pernyataan lagi pada 30 Desember namun diingkari. Pada 6 Januari 2020 membuat kesepakatan juga namun juga tidak dibayar. Atas dasar tidak ada itikad baik itu, Ishariadi segera melaporkan Rikhi ke Polresta Malang Kota pada 24 Januari 2020. Polisi yang mendapat laporan sempat memanggil Rikhi untuk dimintai keterangan sebagai saksi sebanyak dua kali.

“Waktu dipanggil polisi itu dia berjanji lagi mengembalikan uang setelah lebaran. Tapi nyatanya tidak ada sama sekali. Kemudian kita bertemu bersama kedua orangtuanya berjanji Maret, gagal. Kemudian sama omnya berjanji setelah lebaran tapi gagal juga. Saya berharap segera diproses karena khawatir ada korban lain,” papar Ishariadi.

Kepala Humas Universitas Brawijaya, Malang Kotok Gurito membenarkan Rikhi Toufan sebelumnya karyawan UB. Namun, karena kasus ini dia menjalani pembinaan pegawai semacam sidang untuk internal karyawan. Setelah itu, pada Januari 2020 Rikhi mengundurkan diri. Dia kini statusnya mantan karyawan UB.

“Rikhi staf BMN dia sekarang sudah bukan pegawai UB karena mengundurkan diri. UB tetap menunggu proses hukum yang jelas dia sekarang sudah bukan staff. Kita menunggu proses polisi sebelum menentukan sikap,” kata Kotok.

Sementara itu Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Azi Pratas Guspitu membenarkan pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus yang menjerat Rikhi. Polisi berjanji mengusut tuntas kasus ini. “Masih dalam proses penyelidikan untuk mengumpulkan barang bukti lain,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar